Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah mulai menyalurkan bantuan pangan beras periode Oktober–Desember 2026 kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia. Setiap keluarga menerima 30 kilogram beras atau 10 kilogram per bulan yang disalurkan sekaligus untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan dan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. Penyaluran bantuan pangan beras tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi musim paceklik dan kemungkinan tekanan harga pangan. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memantau percepatan penyaluran di Padang, Batam, dan Palembang pada 3–4 November 2026.
Pemerintah menyiapkan hampir 1 juta ton beras untuk keluarga penerima manfaat dari kelompok desil 1–4. Bantuan pangan beras ini merupakan tindak lanjut Direktif Presiden melalui Surat Menteri Sekretaris Negara Nomor B-182/M/SDK/KI.00/09/2026 tanggal 29 September 2026.
Surat tersebut memuat arahan agar penyaluran bantuan pangan dilanjutkan untuk periode Oktober–Desember 2026. Selain menyalurkan beras, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan pasokan dan membuat harga pangan lebih terjangkau bagi masyarakat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Penyaluran Bantuan Beras Dipantau di Tiga Wilayah
Zulkifli Hasan memantau langsung percepatan penyaluran bantuan di tiga wilayah Sumatera. Lokasi yang dikunjungi yakni Kelurahan Lubuk Buaya, Kota Padang; Kelurahan Baloi Permai, Kota Batam; dan Kecamatan Kertapati, Kota Palembang.
Dalam kunjungan di Palembang pada Rabu (4/11/2026), Menko Pangan mengatakan bantuan tersebut ditujukan kepada masyarakat kelompok desil 1 hingga 4 sebagai bagian dari perlindungan sosial.
“Bantuan ini ditujukan bagi masyarakat kelompok desil 1 hingga 4 sebagai instrumen perlindungan sosial agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan pokok dan meringankan beban pengeluaran rumah tangga di musim paceklik,” ujar Menko Pangan.
Bantuan itu dirasakan langsung oleh masyarakat penerima. Murni (49), warga penerima bantuan di Palembang, mengatakan keluarganya membutuhkan sekitar 20 kilogram beras setiap bulan. Ia bersyukur menerima bantuan sebanyak 30 kilogram.
“Alhamdulillah, dapat bantuan beras 30 kilogram. Bisa untuk kebutuhan bulan ini dan sisanya untuk bulan berikutnya. Terima kasih, bantuan ini sangat membantu mengurangi beban ekonomi keluarga,” ungkap Murni.
Penerima bantuan lainnya di Palembang, Lia (32), juga mengaku terbantu. Ia menilai beras yang diterimanya memiliki kualitas baik dan enak dikonsumsi.
Sementara itu, Marina (40) berharap program bantuan pangan dapat terus berlanjut. Menurut dia, bantuan tersebut membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga, khususnya untuk membeli kebutuhan pokok.
Seorang ibu penerima bantuan di Batam juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah. “Terima kasih, Pak Presiden. Kami menerima bantuan untuk Oktober, November, dan Desember sebanyak 30 kilogram. Bantuan ini sangat membantu kami, masyarakat yang sangat membutuhkan,” ujarnya.
Tiga Langkah Pemerintah Menjaga Harga Pangan
Selain menyalurkan bantuan pangan beras, pemerintah menyiapkan tiga langkah strategis untuk mengantisipasi tekanan harga selama musim paceklik dan merespons keluhan masyarakat.
Langkah pertama adalah menyalurkan tambahan 1 juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Beras tersebut akan dijual dengan harga Rp12.500 per kilogram agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang lebih terjangkau di pasaran.
Kedua, pemerintah akan melelang sekitar 380 ribu ton beras BULOG yang telah berusia lebih dari satu tahun dengan harga Rp11.000 per kilogram. Beras tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku industri pangan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemanfaatannya lain untuk membuat tepung, kue, dan bihun. Penggunaan beras tetap harus memperhatikan persyaratan mutu dan keamanan pangan sesuai dengan peruntukannya.
Langkah ketiga adalah melepas stok jagung BULOG sebanyak 150 ribu ton dengan harga Rp5.500 per kilogram. Kebijakan ini ditujukan untuk membantu peternak mikro, kecil, dan menengah memperoleh bahan pakan dengan harga yang lebih terjangkau.
Pemerintah Perkuat Sinergi dan Pengawasan
Menko Pangan menegaskan, sinergi pihak terkait terus diperkuat agar bantuan pangan dan program stabilisasi dapat berjalan efektif serta tepat sasaran.
Pemerintah juga akan terus mengantisipasi risiko terhadap ketersediaan dan harga pangan. Dalam pelaksanaannya, pemerintah memperhatikan keluhan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan, baik melalui penyaluran bantuan maupun kebijakan untuk menjaga keterjangkauan pangan di pasaran.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















