Headline.co.id, Pekalongan ~ Pembangunan RKB SBSN MAN IC Pekalongan berupa enam Ruang Kelas Baru (RKB) Tipe 1 telah mencapai progres fisik 85 persen pada tahap akhir pengerjaan. Proyek yang didanai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2026 itu dipantau Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Itjen Kemenag) di MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan pembangunan selesai sesuai target kontrak, sekaligus menjaga kualitas bangunan. Pada tahap ini, pekerjaan berfokus pada penyelesaian akhir, termasuk pemasangan instalasi kelistrikan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SBSN MAN IC Pekalongan, Pramono, mengatakan proyek pembangunan tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 150 hari kalender. Dengan progres fisik yang telah mencapai 85 persen, pekerjaan kini memasuki tahap finishing.
Menurut Pramono, salah satu pekerjaan yang masih harus diselesaikan adalah pemasangan jaringan listrik. Pemasangan jaringan listrik oleh PLN dijadwalkan berlangsung pada pekan berikutnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Tahapan tersebut diperlukan untuk melengkapi fasilitas pendukung enam ruang kelas baru sebelum digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, penyelesaian instalasi kelistrikan menjadi bagian dari pekerjaan akhir pembangunan RKB SBSN MAN IC Pekalongan.
Itjen Kemenag Dorong Percepatan Pembangunan RKB SBSN MAN IC Pekalongan
Inspektur V Itjen Kemenag, Muhamad Iqbal, mengatakan pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan secara langsung. Selain itu, pengawasan diarahkan untuk mendorong percepatan penyelesaian sisa pekerjaan tanpa mengabaikan kualitas bangunan.
“Dengan tenggat waktu yang semakin dekat, kami mendorong kontraktor untuk mengakselerasi sisa pekerjaan tanpa mengesampingkan kualitas bangunan,” ujar Iqbal, Jumat (30/10/2026).
Iqbal menambahkan, pengawasan pada tahap akhir pembangunan diperlukan untuk memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan. Tahap finishing dinilai penting karena masih terdapat pekerjaan yang harus dirampungkan sebelum bangunan dapat dimanfaatkan.
“Kami ingin pembangunan ini selesai tepat waktu, dengan kualitas yang terjaga dan hasil yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembelajaran,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penyelesaian pembangunan RKB SBSN MAN IC Pekalongan tidak hanya berfokus pada pencapaian target waktu. Kualitas bangunan dan kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan ketentuan juga menjadi perhatian dalam proses pemantauan.
Pemantauan untuk Mitigasi Risiko pada Tahap Akhir
Pemantauan Inspektorat V Itjen Kemenag menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko pada tahap akhir pembangunan. Koordinasi dengan pihak terkait dilakukan untuk mengidentifikasi potensi kendala sejak dini.
Koordinasi itu juga ditujukan untuk memastikan sisa pekerjaan tetap dilaksanakan sesuai ketentuan. Langkah tersebut dilakukan seiring dengan semakin dekatnya tenggat waktu pelaksanaan proyek yang berlangsung selama 150 hari kalender.
Pekerjaan pembangunan saat ini mencakup penyelesaian akhir bangunan dan pemasangan instalasi kelistrikan. Pemasangan jaringan listrik oleh PLN yang dijadwalkan pada pekan berikutnya menjadi salah satu tahapan yang masih ditunggu dalam penyempurnaan fasilitas ruang kelas.
Enam Ruang Kelas Tambah Kapasitas Pembelajaran
Pembangunan enam RKB Tipe 1 di MAN IC Pekalongan diharapkan dapat menambah kapasitas sarana pembelajaran. Kehadiran ruang kelas baru tersebut juga diharapkan mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik.
Itjen Kemenag memantau proses penyelesaian agar pembangunan dapat dituntaskan tepat waktu dengan kualitas yang tetap terjaga. Setelah seluruh pekerjaan selesai, enam ruang kelas baru itu diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pembelajaran di MAN IC Pekalongan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















