Headline.co.id, Sleman ~ Naura Azkadina Arundati, siswi SD Negeri Susukan, Sleman, menuntaskan pembelajaran membaca Al-Qur’an melalui Wisuda Tuntas Baca Qur’an (TBQ) se-Kabupaten Sleman pada Rabu (28/10/2026). Wisuda tersebut menjadi penanda kelulusan Naura dalam tahapan edukasi keagamaan yang dijalaninya dengan pendampingan guru dan orang tua. Siswi asal Kapanewon Seyegan itu dinyatakan mampu melafalkan ayat suci secara lancar dan tartil setelah memulai pembelajaran dari pengenalan huruf hijaiyah dasar.
Pencapaian Naura tidak hanya menunjukkan keberhasilan menyelesaikan tahapan belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga mencerminkan ketekunan siswa serta konsistensi pendampingan selama proses pendidikan. Perhelatan Wisuda TBQ se-Kabupaten Sleman menjadi ruang untuk menandai capaian tersebut sekaligus menguatkan pesan agar para siswa terus mencintai, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.
Proses Belajar Dimulai dari Huruf Hijaiyah
Guru Pendidikan Agama Islam SDN Susukan, Ahmad Nursalim, menyebut keberhasilan para siswa merupakan hasil dari proses edukasi yang panjang. Proses itu, kata dia, bertumpu pada kesabaran dan keistiqamahan dalam mendampingi siswa selama belajar membaca Al-Qur’an.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Ahmad, para murid menjalani tahapan pembelajaran secara bertahap. Mereka terlebih dahulu mengenal huruf hijaiyah dasar, kemudian melanjutkan kemampuan membaca hingga mampu melafalkan ayat-ayat suci dengan lancar dan tartil.
Ia mengapresiasi perjuangan para siswa yang telah melalui setiap tahapan tersebut. Capaian itu dipandang sebagai hasil dari ketekunan belajar yang berjalan beriringan dengan pendampingan guru dan orang tua.
Keberhasilan Naura sebagai siswi SDN Susukan juga menjadi bagian dari upaya pendidikan keagamaan di tingkat sekolah dasar. Pembelajaran membaca Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan melafalkan ayat, tetapi diarahkan untuk membangun kecintaan terhadap kitab suci dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Wisuda TBQ Jadi Awal Tanggung Jawab Baru
Ahmad menekankan, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan siswa dalam mempelajari Al-Qur’an. Setelah menyelesaikan tahapan pembelajaran, para siswa diharapkan memiliki tanggung jawab baru untuk menjaga hubungan dengan kitab suci melalui kecintaan, pemahaman, dan pengamalan nilai-nilai religius.
“Wisuda ini bukanlah garis finis, justru ini adalah garis awal untuk memulai tanggung jawab baru sebagai penjaga Al-Qur’an,” kata Ahmad saat memotivasi para peserta didiknya.
Pesan tersebut menempatkan kelulusan membaca Al-Qur’an sebagai fase transisi moral bagi para siswa. Capaian dalam pembelajaran diharapkan tidak hanya terlihat dari kemampuan membaca secara lancar dan tartil, tetapi juga tercermin dalam sikap serta perilaku ketika menjalani kehidupan sosial sehari-hari.
Dengan demikian, perhelatan Wisuda TBQ se-Kabupaten Sleman tidak sekadar menjadi perayaan atas selesainya tahapan belajar. Kegiatan itu juga menjadi pengingat bagi para siswa untuk melanjutkan proses pembelajaran dan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.
Harapan Sekolah bagi Siswa
Pihak SDN Susukan berharap keberhasilan program pengentasan buta huruf Al-Qur’an dapat menginspirasi murid lain. Semangat tersebut diharapkan mendorong siswa untuk mengasah kedisiplinan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai kebaikan.
Ketika pembelajaran membaca Al-Qur’an dilakukan sejak usia sekolah dasar, ketekunan yang terbentuk diharapkan menjadi fondasi spiritual bagi siswa. Fondasi itu dipandang penting untuk membantu mereka menghadapi berbagai tantangan pada masa depan.
Pencapaian Naura pun menjadi gambaran bahwa keberhasilan pembelajaran keagamaan membutuhkan proses yang berkelanjutan. Pengenalan huruf hijaiyah, latihan membaca, pendampingan, serta ketekunan menjadi bagian yang tidak terpisahkan hingga siswa mampu membaca ayat suci secara lancar dan tartil.
Melalui wisuda tersebut, siswa SDN Susukan bersama peserta lainnya di Kabupaten Sleman diharapkan tidak berhenti pada pencapaian kelulusan. Mereka didorong untuk terus menjaga kecintaan terhadap Al-Qur’an dan menerapkan nilai-nilai religius dalam keseharian.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















