Headline.co.id, Jakarta ~ Nama selebgram Julia Prastini alias Jule menjadi perbincangan publik setelah dua isu berbeda mencuat hampir bersamaan di ruang digital dan ranah hukum. Isu pertama berkaitan dengan narasi video CCTV berdurasi tujuh menit yang disebut melibatkan Jule dan influencer Yuka atau Yusman Kusuma di sebuah hotel, sementara persoalan kedua menyangkut pengamanan Jule dalam pengembangan kasus vape yang mengandung etomidate. Penelusuran terhadap narasi video tersebut menyatakan klaim video tujuh menit sebagai hoaks dan clickbait, sedangkan dalam perkara vape, kepolisian menyebut Jule berstatus saksi dan pengguna.
Dua persoalan tersebut merupakan kasus berbeda sehingga informasi yang beredar perlu dipisahkan secara jelas. Narasi mengenai video di hotel berkembang melalui media sosial, sedangkan perkara etomidate merupakan pengembangan penyelidikan kepolisian dari temuan cartridge vape.
Narasi Video 7 Menit Jule dan Yuka Disebut Hoaks
Isu mengenai Jule dan Yuka sebelumnya ramai diperbincangkan di TikTok dan Instagram. Narasi yang beredar menyebut adanya rekaman CCTV berdurasi tujuh menit dari sebuah hotel yang dikaitkan dengan keduanya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Spekulasi berkembang setelah muncul potongan tangkapan layar percakapan, rekaman suara, serta foto di dalam mobil. Materi tersebut kemudian memicu berbagai dugaan di kalangan pengguna media sosial.
Namun, berdasarkan penelusuran fakta dalam bahan yang tersedia, klaim mengenai keberadaan rekaman CCTV tujuh menit tersebut tidak terbukti. Narasi itu disebut sebagai hoaks yang dimanfaatkan dalam praktik manipulasi konten dan clickbait.
Yuka juga telah memberikan klarifikasi mengenai isu yang berkembang. Ia membantah adanya perselingkuhan fisik di hotel dan menegaskan bahwa hubungan dengan Jule sebatas pertemanan.
Dengan demikian, klaim mengenai keberadaan “video 7 menit Jule-Yuka di hotel” tidak memiliki dasar sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.
Ramainya pencarian terkait video Jule dan Yuka juga dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan tautan berbahaya.
Narasi mengenai video viral tersebut digunakan sebagai umpan agar pengguna internet membuka link tertentu. Tautan semacam itu berpotensi mengandung phishing maupun malware.
Pengguna media sosial karena itu perlu berhati-hati terhadap unggahan yang menjanjikan akses menuju video yang belum terbukti keberadaannya.
Risiko dari tautan berbahaya tidak hanya berkaitan dengan pencurian data pribadi. Pengguna juga dapat menghadapi risiko pembobolan akun perbankan hingga penyalahgunaan data untuk pinjaman daring ilegal.
Masyarakat disarankan tidak mengeklik tautan mencurigakan yang mengatasnamakan video Jule ataupun konten viral lain tanpa memastikan sumber dan keamanannya.
Jule Diamankan dalam Pengembangan Kasus Vape Etomidate
Terpisah dari isu video viral tersebut, Jule juga berurusan dengan aparat kepolisian dalam perkara vape yang mengandung etomidate.
Jule diamankan di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan setelah namanya muncul dalam pengembangan penyelidikan terkait cartridge vape yang mengandung etomidate, zat yang disebut tergolong narkotika golongan II.
Kasus tersebut bermula dari informasi petugas di kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Berdasarkan informasi itu, polisi lebih dahulu mengamankan dua perempuan berinisial RR dan RN di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Barat.
Dalam penindakan tersebut, aparat menemukan barang bukti sebanyak 27 cartridge vape etomidate.
Penyidik kemudian menelusuri alat komunikasi yang berkaitan dengan perkara tersebut. Dari pemeriksaan itu ditemukan rekam jejak pemesanan yang kemudian mengarah kepada Jule.
Kepolisian mengonfirmasi posisi Jule dalam perkara tersebut sebagai “saksi dan pengguna”, bukan sebagai penyalur maupun bandar.
Status tersebut menjadi penting untuk membedakan posisi Jule dengan pihak lain yang tengah ditelusuri dalam jaringan peredaran vape mengandung etomidate.
Polisi Masih Dalami Jaringan Peredaran Etomidate
Penyidikan kasus vape etomidate masih terus dikembangkan. Aparat kepolisian mendalami jaringan peredaran cartridge vape yang mengandung zat tersebut berdasarkan barang bukti dan jejak komunikasi yang ditemukan.
Sementara itu, isu mengenai video tujuh menit yang mengaitkan Jule dengan Yuka merupakan persoalan berbeda dan telah dinyatakan sebagai informasi hoaks berdasarkan penelusuran fakta dalam bahan yang tersedia.
Publik perlu berhati-hati membedakan informasi yang berkembang di media sosial dengan fakta dalam proses hukum. Penyebaran informasi tanpa verifikasi tidak hanya berpotensi menyesatkan, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber melalui link phishing dan malware.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















