Headline.co.id, Maluku Tenggara ~ Langgur – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mendorong bakso ikan masuk dalam rantai penyediaan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk membuka pasar baru bagi nelayan kecil dan UMKM pengolahan hasil perikanan. Upaya itu dilakukan melalui pelatihan pembuatan bakso ikan di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Selasa (8/9/2026). Pelatihan tersebut digelar Pemkab Maluku Tenggara bersama The Global Environment Facility (GEF) 6 Coastal Fisheries Initiative (CFI) Indonesia. Pengolahan ikan menjadi bakso ditujukan untuk menyediakan alternatif sumber protein sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan.
Pelatihan dibuka Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam. Ia mengatakan pengolahan ikan menjadi produk bernilai tambah dapat menghubungkan kebutuhan gizi anak dengan penguatan ekonomi masyarakat pesisir dan pengembangan UMKM.
“Ini terobosan baru. Selain memenuhi gizi anak, juga menambah segmentasi pasar hasil tangkapan nelayan kecil, membangkitkan UMKM pengolahan ikan, serta meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar Viali.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Bakso ikan diarahkan masuk rantai pasok MBG
Pemkab Maluku Tenggara mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membangun kemitraan dengan kelompok pengolah hasil perikanan. Melalui kemitraan itu, produk ikan lokal diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif sumber protein dalam penyediaan makanan bergizi untuk Program MBG.
Dalam skema tersebut, hasil tangkapan nelayan tidak hanya dipasarkan dalam kondisi segar. Ikan dapat diolah terlebih dahulu oleh kelompok masyarakat dan UMKM menjadi bakso, kemudian berpotensi diserap untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi.
Peserta pelatihan dibekali keterampilan mengolah ikan menjadi bakso. Mereka juga mendapatkan pengetahuan mengenai mutu, kebersihan, keamanan pangan, dan standar produk.
Materi pelatihan disampaikan narasumber dari Balai POM, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Dinas Kesehatan, serta SPPG Kabupaten Maluku Tenggara.
Viali mengingatkan peserta agar memperhatikan kualitas dan kebersihan produk karena bakso ikan tersebut diarahkan untuk kebutuhan pangan anak.
“Ikuti pelatihan ini sungguh-sungguh. Jaga kualitas dan kebersihan. Ingat, ini untuk anak-anak kita,” pesan Viali kepada peserta.
Sektor perikanan berkontribusi 22,20 persen
Menurut Viali, sektor perikanan memiliki posisi strategis dalam perekonomian Maluku Tenggara. Dalam lima tahun terakhir, sektor tersebut memberikan kontribusi sebesar 22,20 persen terhadap perekonomian daerah.
Namun, kontribusi itu dinilai belum sepenuhnya sejalan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan. Berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang disampaikan Pemkab Maluku Tenggara, sebanyak 1.536 kepala keluarga nelayan atau 1.863 orang masih berada dalam kondisi miskin.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 835 KK atau 1.038 orang masuk kategori miskin ekstrem. Kondisi itu mendorong pemerintah daerah mencari kebijakan yang tidak hanya mengandalkan bantuan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
“Kemiskinan, stunting, dan pengangguran harus kita atasi secara kolaboratif dan inovatif,” tegas Viali.
Kolaborasi nelayan, UMKM, dan SPPG
Viali mengatakan pengembangan bakso ikan membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Kolaborasi diperlukan agar program pemberdayaan masyarakat tetap dapat dijalankan di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Saat ini kita sedang efisiensi anggaran. APBD terbatas. Kita tidak bisa bekerja dengan cara lama. Kita harus kolaboratif dan menggandeng mitra. Kerja sama dengan GEF 6 CFI ini adalah langkah cerdas,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan tersebut menjadi awal terbentuknya ekosistem usaha yang menghubungkan nelayan, kelompok pengolah, UMKM, dan SPPG. Dengan ekosistem itu, pemanfaatan hasil perikanan lokal diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Maluku Tenggara.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















