Headline.co.id, Tangerang Selatan ~ Pelatihan Penguatan Kapasitas Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Penghulu ditutup di Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (5/11/2026). Dalam penutupan tersebut, Muhtadin menekankan pentingnya kompetensi dan komitmen bagi penghulu dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, penguasaan ilmu kepenghuluan, prosedur, dan standar operasional prosedur (SOP) harus berjalan beriringan dengan komitmen kerja. Pesan itu disampaikan karena pelaksanaan tugas penghulu kini juga menjadi perhatian masyarakat melalui media sosial.
Kompetensi dan komitmen menentukan kinerja
Muhtadin, Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Keagamaan, mengatakan pendidikan dan pelatihan tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan komitmen dalam pelayanan dan pelaksanaan tugas.
Ia menyebut kompetensi dan komitmen sebagai bagian penting dalam menjalankan pekerjaan. Keduanya menjadi faktor utama untuk menghasilkan kinerja yang baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Jadi kinerja baik itu dibutuhkan dua hal, kompetensinya baik, komitmennya baik,” ujar Muhtadin saat menutup Pelatihan Penguatan Kapasitas PPPK Penghulu.
Menurut Muhtadin, kompetensi yang diperlukan penghulu mencakup kemampuan teknis dalam bidang kepenghuluan. Kemampuan tersebut meliputi penguasaan ilmu kepenghuluan, pemahaman terhadap prosedur, serta pelaksanaan SOP.
Namun, kemampuan teknis tersebut perlu disertai komitmen dalam melaksanakan pekerjaan. Dengan demikian, peningkatan kapasitas melalui pelatihan tidak berhenti pada bertambahnya pengetahuan, tetapi juga diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Penghulu diminta berhati-hati di tengah pengawasan media sosial
Dalam kesempatan itu, Muhtadin mengingatkan para penghulu agar lebih berhati-hati ketika menjalankan tugas. Ia menilai aktivitas penghulu kini berada dalam pengawasan masyarakat, termasuk melalui media sosial.
Pengawasan tersebut membuat setiap tindakan dan pelaksanaan tugas penghulu dapat menjadi perhatian publik. Karena itu, penghulu perlu menjaga kompetensi sekaligus perilaku ketika memberikan pelayanan.
Muhtadin menegaskan, “Setiap kesalahan kita itu adalah ancaman bagi kita, setiap kebenaran kita adalah peluang bagi kita.”
Pernyataan tersebut menjadi penekanan agar para penghulu memahami konsekuensi dari setiap tindakan dalam menjalankan pekerjaan. Kesalahan dapat menjadi ancaman, sedangkan kebenaran dalam menjalankan tugas dapat menjadi peluang.
Ia mengatakan kondisi itu menjadi alasan bagi para penghulu untuk terus meningkatkan kompetensi. Selain memperdalam kemampuan, penghulu juga perlu menjaga perilaku dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Didorong mengikuti pengembangan kompetensi
Muhtadin juga mendorong para penghulu untuk terus mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi. Menurutnya, kegiatan tersebut diperlukan untuk memperdalam pengetahuan mengenai berbagai persoalan kepenghuluan yang berkembang di masyarakat.
Pengembangan kompetensi diharapkan membantu para penghulu menghadapi persoalan yang muncul dalam pelaksanaan tugas. Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan pelatihan juga perlu dihubungkan dengan kebutuhan pelayanan di wilayah kerja masing-masing.
Pelatihan Penguatan Kapasitas PPPK Penghulu menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan teknis dan komitmen para peserta. Muhtadin berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan setelah peserta kembali menjalankan tugas.
Ia juga berharap para peserta dapat menjalankan tugas dengan baik di wilayah kerja masing-masing. Dengan penerapan pengetahuan dan penguatan komitmen, penghulu diharapkan mampu memberikan pelayanan sesuai tugas yang dijalankan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















