Headline.co.id, Lumajang ~ — Sebanyak 510 kader Posyandu Kecamatan Yosowilangun mengikuti jambore di Area Cemara Utara, Sungai Pancer, Pantai Mbah Drajid, Desa Wotgalih, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini digelar untuk mempererat kebersamaan, berbagi pengalaman, serta meningkatkan keterampilan kader dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, mengapresiasi pengabdian para kader yang melayani warga dari desa ke desa.
Jambore Posyandu tersebut menjadi ruang bagi para kader untuk saling belajar dan memperkuat hubungan dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan di lingkungan masing-masing. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membekali kader dengan semangat baru agar pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelayanan Posyandu di desa.
510 Kader Posyandu Dapat Apresiasi
Dewi Natalia mengatakan, jumlah peserta yang mencapai 510 orang menunjukkan kekuatan dan kekompakan kader Posyandu di Kecamatan Yosowilangun. Menurut dia, jumlah tersebut bukan hanya angka, tetapi mencerminkan dedikasi para kader dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Angka 510 ini bukan sekadar jumlah, tetapi merupakan bukti nyata dari kekuatan, kekompakan, dan dedikasi yang luar biasa dari ujung desa ke desa di wilayah Yosowilangun,” ujarnya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada para kader yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk melayani masyarakat. Dewi Natalia menilai tugas tersebut membutuhkan komitmen karena para kader berhadapan langsung dengan kebutuhan warga di lingkungan masing-masing.
Peran Kader Dekatkan Layanan Kesehatan
Menurut Dewi Natalia, kader Posyandu memiliki peran penting dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada keluarga. Peran itu mencakup membantu pemantauan kesehatan ibu dan anak, mendukung pencegahan stunting, serta memberikan perhatian kepada lanjut usia.
Karena berhubungan langsung dengan masyarakat, kader diharapkan terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan. Peningkatan kapasitas diperlukan agar kader dapat menjalankan perannya secara optimal ketika memberikan pelayanan di desa masing-masing.
Dewi Natalia mengatakan jambore menjadi kesempatan bagi para kader untuk melepas penat sejenak sekaligus bertukar pengalaman. Kegiatan tersebut juga dirancang untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kemampuan kader dalam menjalankan tugasnya.
“Jambore ini diselenggarakan khusus untuk ibu-ibu sekalian. Ini adalah panggung bagi kita semua untuk melepas penat sejenak, saling berbagi pengalaman, mempererat tali silaturahmi, dan yang tidak kalah penting meningkatkan kapasitas serta keterampilan kita sebagai kader,” ungkapnya.
Pengalaman Jambore Diterapkan di Desa
Dalam kesempatan itu, Dewi Natalia berharap seluruh pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama jambore dapat dibawa kembali ke Posyandu di desa masing-masing. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga mendukung peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.
Ia meminta para kader menjaga kekompakan dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan gembira. Semangat yang terbentuk selama jambore diharapkan terus berlanjut ketika para kader kembali menjalankan pengabdian di lingkungan masing-masing.
“Teruslah jaga kekompakan, ikuti seluruh rangkaian acara dengan gembira, dan bawa pulang semangat baru untuk terus mengabdi di desa masing-masing demi mewujudkan Yosowilangun yang lebih sehat dan sejahtera,” pesannya.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















