Headline.co.id, Ogan Komering Ilir ~ Polda Sumatera Selatan mengerahkan 300 personel Brigade Mobil (Brimob) untuk memperkuat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Pengerahan itu diputuskan dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Palembang, Kamis (22/10/2026), setelah analisis BMKG menunjukkan asap dari OKI berpotensi terbawa angin menuju Kota Palembang. Personel tersebut akan mendukung pemadaman darat di sejumlah posko aktif BKSDA, termasuk titik TP950, TP947, dan Posko Pangkalan Jirambah. Upaya ini dilakukan untuk menekan kebakaran yang mengancam habitat satwa dilindungi sekaligus mengurangi dampak asap.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana mengatakan, 300 personel itu terdiri atas 200 personel bantuan kendali operasi (BKO) Mabes Polri dan 100 personel Brimob Polda Sumsel. Menurut dia, keputusan memusatkan tambahan kekuatan di OKI mempertimbangkan arah pergerakan angin berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kami mengambil keputusan untuk menggerakkan personel yang fokusnya untuk pemadaman ke titik OKI karena kita tidak bisa mengesampingkan arah angin,” kata Rony.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Polda Sumsel Perkuat Pemadaman di Tujuh Posko
Ratusan personel Brimob akan memperkuat pemadaman darat di tujuh posko aktif Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang berada di kawasan SM Padang Sugihan. Penempatan kekuatan akan dikoordinasikan bersama BKSDA agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan, termasuk untuk menjangkau titik api yang berada jauh di dalam kawasan hutan.
Selain 300 personel Brimob, Polda Sumsel mengerahkan sekitar 100 personel dari sejumlah polres yang wilayahnya memiliki potensi karhutla lebih rendah. Mereka akan membantu pemadaman darat di wilayah OKI.
Tambahan kekuatan tersebut melengkapi 1.066 personel Polri yang telah berada di lapangan. Dukungan dari Kapolri juga mencakup tambahan 206 personel Brimob dan 11 personel dari bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes).
Analisis BMKG menunjukkan angin dari arah tenggara dan timur membawa asap kebakaran di wilayah OKI menuju Palembang. Karena itu, pemadaman di sumber kebakaran menjadi salah satu prioritas untuk menekan potensi dampak asap terhadap wilayah tersebut.
Kendala Sumber Air dan Akses Titik Api
Petugas menghadapi kendala berupa berkurangnya sumber air serta lokasi kebakaran yang sulit dijangkau karena berada jauh di dalam kawasan hutan. Untuk mendukung pemadaman, tim darat menyiapkan 329 gulung selang pemadam dengan panjang masing-masing 30 meter.
Petugas juga menggunakan tangki air darurat atau collapsible tank untuk menampung dan memasok air selama proses pemadaman. Peralatan tersebut disiapkan untuk membantu menjangkau titik-titik api yang berada jauh dari sumber air.
Kondisi lahan yang sangat kering turut meningkatkan risiko munculnya kembali titik api di area yang sebelumnya telah berhasil dipadamkan. Petugas pun harus terus memantau lokasi untuk mencegah kebakaran kembali terjadi.
“Titik kebakaran di kawasan suaka ini adalah titik yang tadinya sudah dipadamkan, tapi karena kering luar biasa, kayu bergesek bisa menimbulkan sumber api baru,” ujar Rony.
Penanganan Didukung Lima Sorti Water Bombing
Selain pemadaman melalui jalur darat, penanganan karhutla di kawasan tersebut didukung operasi pengeboman air atau water bombing sebanyak lima sorti. Operasi ini melengkapi pengerahan personel dan peralatan darat di kawasan SM Padang Sugihan.
Polda Sumsel juga mengoptimalkan pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat dan patroli. Penegakan hukum bersama kejaksaan turut dilakukan terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran terkait karhutla.
Rony menegaskan, penanganan kebakaran hutan dan lahan memerlukan keterlibatan aparat, instansi terkait, serta masyarakat. Sinergi seluruh pihak dinilai penting agar pemadaman berjalan efektif dan risiko kebakaran dapat ditekan.
“Semua komponen bangsa yang ada di Sumatera Selatan ini harus bergerak bersama-sama untuk menanggulangi karhutla dari semua lini,” katanya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















