Headline.co.id, Jakarta ~ Pendiri sekaligus Ketua Umum Analisis Papua Strategis (APS) Laus D.C. Rumayom menilai Tanah Papua memiliki posisi strategis dalam geopolitik maritim Indonesia karena menjadi simpul konektivitas perdagangan global dan gerbang menuju kawasan Pasifik Selatan. Pandangan itu disampaikan Laus melalui keterangan resmi dalam rangkaian One Ocean Week Seattle Summit pada 19–25 Oktober 2026 di Bell Harbor International Conference Center, Washington, Amerika Serikat. Menurutnya, posisi tersebut juga menjadikan Tanah Papua sebagai titik temu kepentingan kekuatan besar di kawasan Indo-Pasifik. Untuk merespons tantangan keamanan dan ekonomi, pemerintah Indonesia terus mendorong pembangunan sarana penunjang serta konektivitas antarpelabuhan di wilayah perairan timur.
Tanah Papua dalam Peta Maritim Pasifik
Laus, yang juga merupakan akademisi Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih, menyebut terdapat empat aspek utama yang menunjukkan posisi strategis Tanah Papua dalam lanskap maritim Pasifik.
Aspek pertama berkaitan dengan potensi kota-kota di Tanah Papua sebagai pusat logistik, energi, dan jalur perdagangan internasional. Sorong, Jayapura, dan Merauke disebut memiliki posisi penting dalam proyeksi pengembangan konektivitas maritim di wilayah timur Indonesia.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kedua, kawasan sekitar Papua berada di tengah persaingan strategis kekuatan global. Persaingan tersebut melibatkan Amerika Serikat dan Tiongkok, serta berkaitan dengan keberadaan aliansi keamanan regional AUKUS.
Ketiga, perairan timur Indonesia memerlukan pengamanan ekstra. Tantangan yang disebut lain aktivitas penangkapan ikan ilegal atau illegal fishing serta pelanggaran kedaulatan.
Keempat, penguatan infrastruktur konektivitas pelabuhan dinilai penting untuk mendukung kedaulatan ekonomi nasional. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antarpelabuhan dan menghubungkan wilayah timur Indonesia dengan jalur perdagangan yang lebih luas.
“Geopolitik maritim Indonesia menempatkan wilayah timur Indonesia, secara khusus Tanah Papua, sebagai simpul strategis konektivitas perdagangan global, gerbang penghubung dengan kawasan Pasifik Selatan, serta titik temu kepentingan kekuatan besar di Indo-Pasifik,” ujar Laus.
Pemerintah Dorong Konektivitas Antarpelabuhan
Untuk menjawab tantangan keamanan dan ekonomi di kawasan perairan timur, pemerintah Indonesia terus mendorong pembangunan sarana penunjang dan konektivitas antarpelabuhan.
Dorongan tersebut diarahkan untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional. Selain itu, pembangunan konektivitas maritim diharapkan dapat mengoptimalkan integrasi Indonesia dengan pasar global.
Posisi Tanah Papua yang berada di kawasan Pasifik membuat pengembangan pelabuhan dan jalur konektivitas menjadi bagian penting dalam pembahasan geopolitik maritim Indonesia. Di sisi lain, penguatan keamanan tetap diperlukan untuk menghadapi ancaman illegal fishing dan pelanggaran kedaulatan di perairan timur.
Dalam konteks tersebut, pengembangan kota-kota seperti Sorong, Jayapura, dan Merauke tidak hanya berkaitan dengan kegiatan ekonomi. Kota-kota itu juga diproyeksikan memiliki peran sebagai pusat logistik, energi, dan jalur perdagangan internasional.
One Ocean Week Bahas Masa Depan Ekonomi Biru
One Ocean Week Seattle Summit diselenggarakan oleh Maritime Blue. Forum tahunan yang digelar setiap Oktober tersebut mempertemukan para pemimpin global, pembuat kebijakan, investor, serta inovator dari berbagai belahan dunia.
Pertemuan itu diarahkan untuk mendorong kolaborasi, inovasi teknologi, dan aksi nyata dalam mewujudkan masa depan ekonomi biru atau blue economy yang berkelanjutan serta inklusif.
Dalam rangkaian forum yang berlangsung pada 19–25 Oktober 2026 itu, posisi Tanah Papua disoroti dalam kaitannya dengan konektivitas perdagangan global, akses menuju Pasifik Selatan, serta dinamika kepentingan strategis di Indo-Pasifik.
Penguatan konektivitas pelabuhan, pembangunan sarana penunjang, dan pengamanan perairan menjadi sejumlah aspek yang berkaitan dengan peran strategis Tanah Papua. Upaya tersebut dipandang penting untuk memperkuat integrasi maritim Indonesia dengan pasar global sekaligus mendukung kedaulatan ekonomi nasional.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















