Headline.co.id, Kediri ~ PSS Sleman kalah 1-2 dari Persik Kediri pada pekan keenam BRI Super League 2026/2027 di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026). Pertandingan yang dimulai pukul 15.30 WIB itu berakhir tanpa poin bagi Super Elang Jawa setelah tuan rumah mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang. Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, menilai timnya bermain positif, tetapi kehilangan soliditas pertahanan dan dirugikan sejumlah keputusan penting, termasuk anulasi gol melalui VAR.
PSS Sleman sempat menunjukkan permainan menjanjikan dalam pertandingan tandang tersebut. Gol Melvyn Lorenzen pada menit ke-31 melalui skema open play dan kombinasi serangan balik membuat kedudukan sempat imbang. Namun, Persik Kediri akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1.
Huistra menyampaikan penilaiannya dalam sesi jumpa pers setelah laga di Ruang Media Stadion Brawijaya. Menurut pelatih asal Belanda itu, kedua tim memainkan pertandingan secara positif dan sama-sama menciptakan peluang.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Dari sudut pandang kami, hasil ini memang kurang beruntung. Kami berhasil mencetak gol penyama kedudukan dengan baik dan menunjukkan permainan yang sangat bagus menjelang akhir babak pertama. Pada periode tersebut, kami benar-benar mendominasi pertandingan,” ujar Huistra.
PSS Sleman Kehilangan Soliditas di Babak Kedua
PSS Sleman berusaha mempertahankan intensitas serangan setelah memasuki babak kedua. Akan tetapi, upaya mengejar ketertinggalan belum berjalan efektif karena tim beberapa kali kehilangan penguasaan bola.
Huistra menilai para pemainnya terlalu memaksakan permainan dalam sejumlah situasi. Kondisi tersebut membuat Persik Kediri memperoleh kesempatan untuk mengembangkan serangan.
“Pada babak kedua, mungkin kami terkadang terlalu memaksakan permainan sehingga kehilangan penguasaan bola di beberapa situasi,” kata Huistra.
Selain masalah penguasaan bola, Huistra menyoroti penurunan soliditas lini belakang PSS Sleman. Ia menilai timnya memberikan terlalu banyak ruang kepada pemain Persik untuk melepaskan tembakan maupun menyundul bola ke arah gawang.
“Babak kedua, kami kebobolan akibat kesalahan dalam bertahan. Kami tidak boleh membiarkan lawan mendapatkan dua atau tiga kesempatan untuk melepaskan tembakan dengan leluasa atau menyundul bola ke arah gawang tanpa gangguan,” ungkapnya.
Menurut Huistra, situasi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat PSS Sleman gagal mempertahankan hasil imbang dan pulang dari Kediri tanpa poin.
Pieter Huistra Soroti Gol PSS yang Dianulir VAR
Selain mengevaluasi performa tim, Huistra juga menyoroti keputusan VAR yang menganulir gol PSS Sleman karena dianggap offside. Ia mengaku tidak menemukan posisi offside ketika melihat tayangan ulang pertandingan.
“Menurut saya, kami mencetak gol yang sempurna. Ketika melihat rekaman VAR, saya tidak bisa melihat di mana letak offside-nya. Petugas VAR tampaknya memiliki penglihatan yang sangat tajam hingga bisa melihat hal tersebut,” katanya.
Huistra kemudian mempertanyakan dasar penilaian offside yang merujuk pada proses serangan sebelum umpan terakhir. Ia menilai posisi pemain yang berada dalam satu garis dengan pemain bertahan lawan seharusnya tidak dianggap offside.
Pelatih PSS Sleman itu juga menilai hadiah penalti untuk Persik Kediri terlalu mudah diberikan. Meski demikian, pernyataan tersebut disampaikan sebagai penilaian Huistra terhadap keputusan perangkat pertandingan dalam laga tersebut.
“Kami benar-benar kurang beruntung. Menurut saya, petugas VAR perlu mengevaluasi kembali keputusan mereka dalam pertandingan hari ini,” tegasnya.
Hasil Persik Kontra PSS Jadi Bahan Evaluasi
Kekalahan dari Persik Kediri membuat PSS Sleman harus mengevaluasi sejumlah aspek permainan. Huistra tetap mengapresiasi penampilan timnya karena menilai PSS memiliki peluang untuk membawa pulang setidaknya satu poin, bahkan memenangkan pertandingan, apabila sejumlah situasi krusial berjalan berbeda.
Hasil pertandingan di Stadion Brawijaya menjadi bahan pembenahan PSS Sleman, terutama dalam organisasi pertahanan dan penguasaan bola. Tim juga perlu meningkatkan efektivitas permainan agar peluang yang tercipta dapat membantu mengubah hasil pertandingan pada laga berikutnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















