Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pariwisata menyambut pembukaan penerbangan langsung TransNusa rute Melbourne-Bali yang mulai beroperasi pada Selasa, 20 Oktober 2026. Penerbangan tersebut menghubungkan Melbourne Airport, Australia, dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dan ditujukan untuk memperluas akses wisatawan Australia ke Indonesia. Pada tahap awal, rute TransNusa Melbourne-Bali beroperasi empat kali sepekan sebelum ditingkatkan menjadi setiap hari mulai 15 November 2026. Pembukaan rute ini diharapkan memperkuat konektivitas pariwisata nasional dan mendorong wisatawan melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di luar Bali.
Kementerian Pariwisata menyampaikan dukungan terhadap pembukaan rute baru tersebut melalui keterangan di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026. Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan, rute Melbourne-Bali mencerminkan komitmen pemerintah dan industri penerbangan dalam memperluas aksesibilitas Indonesia bagi wisatawan mancanegara.
“Kehadiran penerbangan perdana TransNusa rute Melbourne–Bali ini menjadi langkah proaktif yang sangat dinantikan dalam memperluas konektivitas serta meningkatkan daya saing destinasi unggulan Indonesia di mata dunia,” ujar Made dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Rute TransNusa Melbourne-Bali Layani Empat Kali Sepekan
Penerbangan perdana TransNusa rute Melbourne-Bali menggunakan nomor penerbangan 8B19. Pesawat berangkat dari Melbourne Airport (MEL) pada pukul 06.25 waktu setempat atau Australian Eastern Standard Time (AEST), lalu tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali (DPS), pada pukul 09.40 WITA.
Pada tahap awal, layanan langsung tersebut dijadwalkan beroperasi setiap Senin, Rabu, Kamis, dan Jumat. Frekuensinya akan ditingkatkan menjadi setiap hari mulai 15 November 2026.
Menurut Kementerian Pariwisata, jadwal kedatangan pada pagi hari memberi kesempatan lebih luas bagi wisatawan Australia untuk menikmati Bali. Wisatawan juga dapat melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi unggulan lain di Indonesia.
Made mengatakan Australia merupakan salah satu pasar utama pariwisata nasional. Kedekatan geografis, kemudahan akses, dan beragam daya tarik wisata menjadikan Indonesia salah satu pilihan destinasi bagi wisatawan Australia.
“ Australia merupakan salah satu pasar utama pariwisata Indonesia, dan ketersediaan penerbangan langsung yang andal serta berkualitas menjadi kunci penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan secara berkelanjutan,” kata Made.
Hingga Agustus 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara asal Australia tercatat sebanyak 1.224.941 kunjungan. Angka tersebut meningkat 7,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tren itu menjadi salah satu dasar optimisme Kementerian Pariwisata untuk mencapai target 2,23 juta kunjungan wisatawan mancanegara asal Australia sepanjang 2026.
Konektivitas Beyond Bali Jangkau 11 Destinasi
Kementerian Pariwisata menyebut kedatangan penerbangan TransNusa pada pagi hari dapat mendukung konektivitas Beyond Bali. Melalui jaringan tersebut, wisatawan dapat menjangkau 11 destinasi utama, termasuk Wakatobi, Manado, Bima, Surabaya, dan Lombok.
Konektivitas itu diharapkan memperluas persebaran kunjungan wisatawan, tidak hanya terpusat di Bali. Selain itu, pembukaan akses penerbangan dinilai dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di berbagai daerah.
“Kami berharap pembukaan rute ini tidak hanya mempermudah akses wisatawan Australia menuju Bali, tetapi juga mengajak wisatawan mancanegara untuk mengeksplorasi destinasi lainnya di luar Bali,” ujar Made.
Dengan pengoperasian rute Melbourne-Bali, wisatawan Australia memperoleh akses langsung menuju Bali sekaligus pilihan untuk meneruskan perjalanan ke destinasi lain melalui jaringan penerbangan yang tersedia.
TransNusa Sebut Ada Pertumbuhan Permintaan dari Australia
Group Chief Executive Officer TransNusa Datuk Bernard Francis mengatakan pembukaan rute Melbourne-Bali merupakan bagian dari strategi ekspansi internasional perusahaan. Rute tersebut juga semakin menegaskan peran Bali sebagai pusat konektivitas penerbangan internasional yang menghubungkan Australia dengan berbagai destinasi di kawasan Asia.
“Peluncuran rute Melbourne–Bali merupakan langkah penting dalam strategi ekspansi internasional TransNusa. Rute ini memberikan pilihan baru bagi wisatawan Australia yang mengutamakan konektivitas, nilai, serta pengalaman perjalanan premium dengan penawaran yang kompetitif,” kata Bernard.
Ia menjelaskan, ekspansi tersebut menjadi respons TransNusa terhadap pertumbuhan permintaan perjalanan dari pasar Australia yang menunjukkan perkembangan positif.
Sebelumnya, TransNusa meraih pangsa pasar sebesar 20 persen di Perth. Maskapai itu juga meningkatkan frekuensi layanannya menjadi 21 penerbangan per minggu pada Juli 2026.
Menurut Bernard, capaian tersebut mencerminkan kepercayaan wisatawan Australia terhadap layanan penerbangan yang menghubungkan Australia dan Indonesia.
“Hal ini mencerminkan tingginya kepercayaan dan loyalitas pasar Australia terhadap konektivitas penerbangan menuju Indonesia,” ujar Datuk Bernard.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















