Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempercepat pemulihan usaha perikanan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga Oktober 2026. Upaya tersebut dilakukan dengan mengaktifkan kembali tambak dan kolam budi daya, menyalurkan bantuan bagi nelayan dan pengolah ikan, serta merehabilitasi sarana produksi garam. Sebanyak 5.729,33 hektare tambak dan kolam budi daya ikan telah kembali beroperasi di wilayah terdampak. Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat memulihkan kegiatan ekonomi dan memastikan sektor kelautan serta perikanan tetap berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pemulihan pascabencana menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat kelautan dan perikanan.
“Dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kami terus mendorong program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Di wilayah terdampak bencana Sumatera, prioritas kami adalah mempercepat pemulihan agar masyarakat dapat kembali menjalankan usaha dan aktivitas ekonominya,” ujar Menteri Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dampak bencana menjangkau berbagai usaha perikanan
Bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berdampak terhadap 2.742 nelayan, 16.023 pembudidaya ikan, 364 unit pengolah ikan, serta 1.095 petambak garam.
Kerusakan juga terjadi pada 2.041 sarana penangkapan ikan, 31.248 hektare lahan tambak dan kolam beserta prasarana pendukung, serta 2.053 unit keramba. Selain itu, kawasan tambak garam di enam kabupaten/kota turut masuk dalam wilayah terdampak.
Data tersebut menunjukkan luasnya dampak bencana terhadap mata rantai usaha kelautan dan perikanan. Pemulihan tidak hanya diarahkan pada lahan budi daya, tetapi juga mencakup sarana penangkapan ikan, pengolahan hasil perikanan, dan produksi garam rakyat.
Hingga Oktober 2026, KKP mencatat 5.729,33 hektare tambak dan kolam budi daya ikan telah kembali beroperasi. Pengaktifan kembali lahan tersebut menjadi salah satu bagian dari dukungan pemerintah agar pembudidaya dapat melanjutkan kegiatan usaha.
Bantuan KKP untuk nelayan dan pengolah ikan
Untuk membantu nelayan kembali melaut, KKP telah memberikan 129 unit mesin kapal penangkap ikan dan 302 paket alat penangkapan ikan. Bantuan itu ditujukan untuk memulihkan sarana usaha yang diperlukan nelayan dalam menjalankan kembali kegiatan penangkapan ikan.
Dukungan juga diberikan kepada pelaku usaha pengolahan hasil perikanan. KKP menyalurkan 366 unit coolbox dan paket peralatan pengolahan untuk mendukung penanganan hasil perikanan serta membantu pelaku usaha mengaktifkan kembali kegiatan produksinya.
Menteri Trenggono menegaskan, pemulihan harus mencakup seluruh rangkaian kegiatan usaha, bukan hanya satu sektor.
“Pemulihan harus menjangkau seluruh mata rantai usaha, mulai dari penangkapan dan budi daya hingga pengolahan hasil perikanan dan produksi garam. Karena itu, kami terus mempercepat rehabilitasi sarana yang terdampak agar masyarakat memiliki dukungan untuk kembali produktif dan mengembangkan usahanya,” lanjut Menteri Trenggono.
Rehabilitasi produksi garam di Aceh
Pada sektor garam, KKP merehabilitasi 506 dapur perebusan garam yang tersebar di lima kabupaten di Aceh. Rehabilitasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan usaha petambak garam yang terdampak bencana.
Untuk mendukung percepatan pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi, KKP juga memanfaatkan 12 unit ekskavator di wilayah terdampak. Penggunaan peralatan tersebut diarahkan untuk mendukung pekerjaan pemulihan sarana yang mengalami kerusakan.
Rangkaian langkah itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat kelautan dan perikanan pascabencana. KKP terus mendorong agar sarana usaha yang terdampak dapat kembali berfungsi sehingga nelayan, pembudidaya ikan, pengolah hasil perikanan, dan petambak garam dapat melanjutkan kegiatan ekonominya secara berkelanjutan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















