Highlight Berita:
Headline.co.id, Bantul ~ PSIM vs Persita tidak sekadar menjadi laga pembuka BRI Super League 2026/2027 bagi Laskar Mataram. Pertandingan di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (5/9/2026) pukul 15.30 WIB itu dimainkan tepat ketika PSIM Yogyakarta merayakan hari ulang tahun ke-97. Kondisi tersebut membuat duel menghadapi Persita Tangerang memiliki muatan emosional sekaligus kompetitif: PSIM ingin membuka musim dengan kemenangan, tetapi di saat yang sama harus menghadapi lawan yang selalu mengalahkan mereka dalam dua pertemuan liga musim lalu.
Kemenangan tentu menjadi hasil yang diharapkan untuk melengkapi perayaan klub. Namun, catatan pertandingan sebelumnya memperlihatkan pekerjaan yang tidak sederhana. PSIM kalah telak 0-4 dari Persita pada 17 Oktober 2025 dan kembali tumbang 0-1 pada 30 April 2026.
Pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel memilih tidak menjadikan hasil tersebut sebagai beban utama untuk musim baru. Ia menegaskan komposisi dan kondisi sebuah tim dapat berubah dari satu musim ke musim berikutnya, meskipun evaluasi atas pola permainan lawan tetap dilakukan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Setiap musim timnya berbeda, jadi hasil yang kami miliki musim lalu sudah tidak penting lagi. Namun kami mempersiapkan diri dengan baik,” ujar Van Gastel dalam keterangan menjelang pertandingan.
Hari Spesial PSIM di Stadion Sultan Agung
Momen ulang tahun menjadi elemen yang membuat pertandingan PSIM vs Persita terasa berbeda dari laga pembuka musim pada umumnya. PSIM genap berusia 97 tahun, sebuah usia yang oleh manajemen dinilai memiliki nilai sejarah kuat bagi perjalanan klub.
Direktur Utama PSIM Yuliana Tasno menyampaikan kebanggaannya melihat klub terus bertahan dan berkembang hingga mendekati usia satu abad. “Makna usia ke-97 PSIM itu sudah pasti luar biasa karena nilai historisnya sangat kaya,” ungkap Liana dalam keterangan resmi klub.
Bagi pemain, perayaan tersebut menambah motivasi untuk memulai musim dengan hasil positif. Franco Ramos, bek tengah sekaligus kapten tim, menegaskan antusiasme skuad menyambut kompetisi.
“Kami sangat antusias menyambut musim ini, terutama karena ini adalah hari ulang tahun PSIM, jadi kami menantikannya,” tutur pemain asal Argentina tersebut.
Ramos juga memasuki musim baru dengan perubahan kecil pada identitasnya di lapangan. Pemain berusia 28 tahun itu berganti nomor punggung dari 4 menjadi 5. Ia menjelaskan nomor tersebut pernah digunakannya ketika bermain di Argentina. “Saya menyukai nomor 5 karena itu adalah nomor yang saya gunakan saat main di Argentina,” jelasnya.
Tujuh Laga Pramusim Tanpa Kekalahan Jadi Modal
Selain faktor emosional ulang tahun, PSIM mempunyai modal dari rangkaian persiapan sebelum kompetisi. Laskar Mataram disebut tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan uji coba selama pramusim.
Catatan tersebut memberi gambaran bahwa tim menjalani fase persiapan dengan hasil positif. Akan tetapi, pertandingan melawan Persita menjadi ujian kompetitif pertama untuk melihat seberapa jauh hasil pramusim dapat diterjemahkan ketika poin liga mulai diperebutkan.
Van Gastel mengakui dirinya menantikan kompetisi kembali berjalan setelah libur dan pramusim yang panjang. “Pertama-tama, ini adalah awal musim yang baru, jadi saya sangat bersemangat. Setelah libur panjang dan pramusim yang cukup panjang, kami akan memulainya kembali. Terutama karena ini adalah hari ulang tahun PSIM, besok akan menjadi hari yang spesial. Saya sangat menantikannya,” katanya.
Semangat tersebut menjadi bagian dari modal PSIM, tetapi Persita memiliki faktor lain berupa catatan pertemuan yang lebih baik.
Persita Menjadi Tantangan yang Belum Terpecahkan
Dua hasil musim lalu menunjukkan bahwa Persita mampu menyulitkan PSIM dengan dua skenario pertandingan berbeda. Pada pertemuan pertama, Pendekar Cisadane menang 4-0. Pada pertemuan berikutnya, Persita kembali menang, kali ini dengan skor tipis 1-0.
Bahan pertandingan juga menyebut kedua klub pernah bertemu empat kali, yakni dua laga Piala Indonesia 2012 dan dua pertandingan Super League 2025/2026. Dari empat pertemuan tersebut, PSIM belum pernah mencatat kemenangan.
Catatan itu menempatkan laga hari ulang tahun ini sebagai kesempatan untuk membalik tren. PSIM memiliki dukungan momentum kandang dan hasil pramusim, sementara Persita membawa rekam jejak positif dalam pertemuan langsung.
Van Gastel Pelajari Kembali Pola Permainan Persita
Meski menyatakan hasil musim lalu tidak lagi menjadi penentu, Van Gastel tetap menjadikan pertandingan sebelumnya sebagai bahan analisis. Salah satu pertimbangannya adalah Persita masih ditangani Carlos Pena.
“Saya melihat kembali pertandingan yang kami jalankan musim lalu karena pelatih Persita masih sama, jadi saya berasumsi pelatih Persita akan melakukan hal yang persis sama. Kemudian kami mempersiapkan dan mempertimbangkan segalanya, apa yang perlu kami miliki untuk mendapatkan hasil positif besok,” kata Van Gastel.
Pernyataan tersebut memperlihatkan pendekatan PSIM dalam menghadapi laga: tidak terjebak pada skor lama, tetapi tetap menggunakan rekaman pertandingan sebelumnya untuk memahami kecenderungan lawan. Persita, pada sisi lain, memiliki keuntungan karena sudah mengetahui bagaimana menghadapi PSIM pada dua pertandingan liga terakhir.
Duel Lini Tengah dan Prediksi Formasi 4-3-3
Berdasarkan prediksi susunan pemain dalam bahan, PSIM dan Persita sama-sama berpeluang menggunakan formasi 4-3-3. PSIM diprediksi menempatkan Cahya Supriadi sebagai penjaga gawang. Raka Cahyana, Jop van der Avert, Franco Ramos, dan Ondrej Rudzan diproyeksikan menjadi empat pemain belakang.
Savio Sheva, Ze Valente, serta Adrian Purzycki diperkirakan mengisi lini tengah, sedangkan Riyatno Abiyoso, Adrian Dalmau, dan Pulga Vidal menjadi pilihan di lini depan.
Persita diprediksi memainkan Igor Rodrigues; Zalnando, Javlon Guseynov, Tamirlan Kozubaev, Mario Jardel; Sutanto Tan, Tyronne del Pino, Pablo Ganet; serta Rayco Rodriguez, Hokky Caraka, dan Luquinhas. Seluruh susunan tersebut masih berupa prediksi sampai kedua pelatih mengumumkan daftar resmi.
Bagi publik yang ingin menyaksikan pertandingan, jadwal PSIM vs Persita dimulai pukul 15.30 WIB. Live PSIM vs Persita tersedia melalui Vidio, sementara pertandingan juga dapat disaksikan lewat Indosiar. Di balik jadwal tersebut, pertanyaan terbesar berada di lapangan: apakah momentum HUT ke-97 dan modal pramusim cukup bagi PSIM untuk mengakhiri rangkaian hasil buruk ketika berhadapan dengan Persita?




















