Headline.co.id, Kudus ~ Dua siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kudus meraih Juara II Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026 melalui inovasi edukatif berbasis budaya lokal bernama KUDUSHOLIC. Fadel Musyaffa Akhmad dan Muhammad Naufal Bahtiar Humayun, siswa kelas XII-7, meraih penghargaan pada kategori Rencana Usaha Bidang Kriya dalam ajang yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) pada 12–17 Oktober 2026.
Prestasi tersebut membawa keduanya memperoleh golden ticket untuk melanjutkan pendidikan ke Undiksha. KUDUSHOLIC dikembangkan sebagai media edukatif interaktif yang memadukan miniatur budaya Kudus, permainan papan atau board game, serta teknologi Augmented Reality (AR) untuk mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan teknologi.
Produk itu dikembangkan dalam kategori Rencana Usaha Bidang Kriya karena tidak hanya menawarkan gagasan media pembelajaran, tetapi juga mempertimbangkan potensi pemanfaatan dan pengembangan usaha. Dengan mengangkat budaya Kudus sebagai sumber inspirasi, KUDUSHOLIC menggabungkan unsur pendidikan, kreativitas, teknologi, kewirausahaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
KUDUSHOLIC Padukan Budaya Kudus dan Teknologi AR
KUDUSHOLIC dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar budaya yang inovatif dan menarik. Media tersebut memanfaatkan miniatur budaya Kudus, mekanisme permainan papan, serta visualisasi berbasis teknologi AR.
Perpaduan itu ditujukan untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal sekaligus mendorong kemampuan kognitif dan literasi budaya peserta didik. Melalui unsur permainan dan teknologi digital, KUDUSHOLIC menawarkan pendekatan alternatif dalam mengenalkan warisan budaya Kudus kepada generasi muda.
Inovasi tersebut juga memiliki aspek keberlanjutan lingkungan. Dalam pembuatannya, KUDUSHOLIC memanfaatkan limbah kayu jati dan batok kelapa sebagai bahan media edukatif.
Pemanfaatan bahan tersebut menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan pelestarian budaya lokal dengan kepedulian terhadap lingkungan. Produk ini menunjukkan bahwa gagasan yang berangkat dari potensi daerah dapat dikembangkan menjadi karya kreatif yang memiliki nilai edukatif sekaligus ekonomis.
Dirintis Sejak Februari 2026
Keberhasilan Fadel dan Naufal tidak terlepas dari proses pengembangan dan pendampingan oleh Indra Faizatun Nisa’ selaku guru pembimbing. Pendampingan dilakukan untuk membantu siswa mengembangkan gagasan, menyempurnakan inovasi produk, serta menyiapkan aspek perencanaan usaha.
Proses kompetisi berlangsung melalui beberapa tahapan. Tahap pertama dimulai pada Februari 2026. Pengumuman peserta yang lolos tahap tersebut disampaikan pada 19 Mei 2026, kemudian pengumuman lolos tahap kedua pada 21 Juli 2026.
Fase final atau tahap ketiga berlangsung pada 12–17 Oktober 2026 di Universitas Pendidikan Ganesha. Dalam tahap akhir itu, KUDUSHOLIC mengantarkan dua siswa MAN 1 Kudus meraih Juara II pada kategori Rencana Usaha Bidang Kriya.
MAN 1 Kudus Dorong Riset dan Kewirausahaan
Kepala MAN 1 Kudus, Rodliyah, menyampaikan apresiasi atas pencapaian Fadel dan Naufal. Menurut dia, prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar madrasah sekaligus menunjukkan potensi peserta didik dalam berinovasi, mengembangkan kreativitas, dan berkompetisi di tingkat nasional.
“Saya harap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan potensi diri, berani menuangkan gagasan menjadi karya nyata, serta memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Capaian tersebut juga diharapkan semakin memperkuat budaya riset, kreativitas, dan kewirausahaan di lingkungan madrasah,” kata Rodliyah di Kudus, Sabtu (17/10/2026).
Rodliyah menilai golden ticket ke Undiksha menjadi kesempatan bagi Fadel dan Naufal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Golden ticket ke Universitas Pendidikan Ganesha menjadi kesempatan bagi Fadel dan Naufal untuk melanjutkan perjalanan akademik ke jenjang pendidikan tinggi,” ujarnya.
Prestasi KUDUSHOLIC memperlihatkan bahwa budaya lokal dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan inovasi yang kompetitif di tingkat nasional. Capaian tersebut juga memperkuat komitmen MAN 1 Kudus dalam membentuk generasi Islami yang unggul serta terampil dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.
Keberhasilan Fadel dan Naufal diharapkan mendorong warga madrasah untuk terus berkarya dan berprestasi melalui pengembangan riset, kreativitas, serta kewirausahaan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















