Headline.co.id ~ Persebaya gagal meraih kemenangan setelah ditahan PSS Sleman 2-2 pada pekan kelima Super League 2026/27 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (18/10). Hasil tersebut membuat gelandang serang Persebaya, Ricky Pratama, menyoroti pentingnya menjaga fokus selama pertandingan. Persebaya harus dua kali mengejar ketertinggalan sebelum Miguel Pereira mencetak gol penyama kedudukan pada masa injury time babak kedua. Ricky menilai evaluasi dan kedisiplinan diperlukan agar tim tidak kembali kehilangan konsentrasi.
Pertandingan di hadapan Bonek dan Bonita itu sebenarnya menjadi kesempatan bagi Persebaya untuk mengamankan tiga poin. Namun, target tersebut tidak tercapai setelah PSS Sleman mampu mencetak dua gol dan membuat tuan rumah bekerja keras sepanjang laga.
Pereira menjadi pemain yang menjaga Persebaya dari kekalahan di kandang sendiri. Ia mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-36 dan masa injury time babak kedua. Dua gol tersebut membuat Persebaya mampu bangkit dan menyamakan skor menjadi 2-2.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Persebaya Kehilangan Tiga Poin di GBT
Meski terhindar dari kekalahan, hasil imbang itu belum sesuai dengan harapan Persebaya. Ricky mengatakan para pemain menargetkan kemenangan karena pertandingan berlangsung di hadapan ribuan pendukung yang terus memberikan dukungan.
“Tentu kami sangat kecewa dengan hasil pertandingan melawan PSS Sleman. Kami menargetkan tiga poin, tetapi hasil akhirnya tidak sesuai dengan harapan,” jelas Ricky.
Pemain berusia 23 tahun tersebut menilai Persebaya memiliki peluang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Akan tetapi, upaya membangun serangan dan mengejar kemenangan belum berjalan sesuai rencana.
Dua gol PSS Sleman yang bersarang di gawang Persebaya menjadi catatan yang harus segera dievaluasi. Bagi Ricky, situasi tersebut menunjukkan bahwa tim perlu memperbaiki konsentrasi dan mengurangi kesalahan yang tidak perlu.
Ricky Pratama Soroti Konsentrasi Tim
Ricky menyebut laga melawan PSS Sleman memberikan pelajaran penting bagi Persebaya. Menurut dia, pemain harus mampu menjaga fokus selama 90 menit karena kehilangan konsentrasi dalam situasi tertentu dapat dimanfaatkan lawan.
“Pelajaran penting yang harus kami ambil adalah menjaga fokus sepanjang pertandingan dan menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Sekecil apa pun kehilangan konsentrasi, lawan bisa memanfaatkannya untuk mencetak gol,” tuturnya.
Ia menegaskan Persebaya perlu tampil lebih disiplin sejak awal hingga pertandingan berakhir. Fokus tersebut dinilai penting bagi Green Force untuk menghadapi persaingan kompetisi yang ketat.
“Karena itu, kami harus lebih disiplin dan fokus sejak awal hingga pertandingan berakhir,” imbuhnya.
Hasil imbang di GBT membuat Persebaya harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya. Tim tidak memiliki banyak waktu untuk berlarut-larut dalam kekecewaan karena laga pekan keenam Super League sudah menanti.
Persebaya Bersiap Hadapi PSM Makassar
Persebaya akan bertandang menghadapi PSM Makassar pada pekan keenam Super League, Kamis (22/10). Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Green Force untuk memperbaiki penampilan setelah gagal mengamankan tiga poin saat menjamu PSS Sleman.
Ricky menegaskan evaluasi menjadi bagian penting sebelum menghadapi pertandingan berikutnya. Ia berharap seluruh pemain dapat mengambil pelajaran dari hasil di GBT, menjaga kekompakan, dan meningkatkan kedisiplinan.
“Fokus kami adalah mengevaluasi kesalahan pada pertandingan sebelumnya dan memperbaiki kekurangan yang masih ada. Kami ingin belajar dari hasil kemarin agar bisa tampil lebih baik dan berusaha mendapatkan hasil maksimal di pertandingan berikutnya,” tutup Ricky.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















