Headline.co.id, Garut ~ Sebanyak 11 santri dilepas untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri, tepatnya di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Pelepasan dilakukan Sekretaris Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama, Arsyad Hidayat, di Auditorium Drs. H. Dede Satibi, Al Mashduqi Islamic School, Garut, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2026). Para santri tersebut berasal dari tiga lembaga pendidikan yang terafiliasi dengan Paguyuban Alumni Al-Azhar Mesir (PAAM) Jawa Barat. Mereka dapat melanjutkan studi melalui persiapan akademik dan jalur Ma’had Al-Azhar.
Arsyad mengatakan kesempatan santri kuliah ke luar negeri terbuka luas. Menurut dia, kemandirian dan semangat berkompetisi menjadi modal penting bagi santri untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus memasuki dunia kerja.
“Kesempatan santri untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, terbuka lebar. Kemandirian dan semangat kompetisi yang tinggi adalah modal penting santri ketika memasuki dunia pendidikan tinggi maupun dunia kerja,” ujar Arsyad.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
11 santri kuliah ke luar negeri berasal dari tiga pesantren
Sebelas santri yang diberangkatkan terdiri atas lima santri Al Mashduqi International Islamic Boarding School (IIBS) Garut, tiga santri Pondok Pesantren Miftahul Khoir Al-Azhar Rancaekek, dan tiga santri Pondok Pesantren Muhammadiyah Al Furqon Tasikmalaya.
Arsyad menilai santri memiliki bekal keilmuan, karakter, dan kemandirian yang dapat mendukung mereka bersaing di tingkat global. Karena itu, santri dinilai perlu didorong untuk mengambil peluang pendidikan yang lebih luas serta mengembangkan kapasitas diri dalam berbagai bidang.
Ia juga mengapresiasi Al Mashduqi Islamic School yang memiliki akses langsung ke Universitas Al-Azhar dan sejumlah perguruan tinggi internasional lainnya. Menurut Arsyad, akses tersebut menunjukkan pesantren memiliki peluang untuk memperluas jejaring pendidikan dan meningkatkan daya saing lulusannya.
“Al-Azhar adalah sumber ilmu dan ajaran Islam yang moderat. Ini capaian yang luar biasa. Saya berharap para santri juga mengenyam ragam bidang studi lain, tidak hanya bidang agama,” kata Arsyad.
Direktur Al Mashduqi Islamic School Garut, Arif Bakhtiar, menjelaskan pelepasan tersebut merupakan keberangkatan santri angkatan keempat menuju Universitas Al-Azhar. Al Mashduqi disebut sebagai satu dari 17 pesantren di Indonesia yang menjadi cabang Ma’had Al-Azhar Kairo dan menjadi satu-satunya cabang di Jawa Barat.
Para santri yang diberangkatkan telah terdaftar sebagai mahasiswa Al-Azhar tahun 2026. Setelah dinyatakan lulus Imtihan Syahadah Ma’had Al-Azhar, mereka dapat melanjutkan studi tanpa mengikuti tes tambahan maupun tahun pembekalan bahasa.
Skema tersebut menjadi salah satu jalur yang dapat dimanfaatkan santri untuk mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri. Dalam prosesnya, dukungan lembaga pendidikan, jejaring alumni, serta persiapan akademik yang terarah menjadi bagian penting untuk membuka akses pendidikan tersebut.
Santri didorong mengambil bidang studi yang beragam
Arsyad mendorong santri agar tidak membatasi pilihan studi pada ilmu agama. Ia meminta para santri turut menjajaki berbagai disiplin ilmu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan.
Dorongan itu disampaikan seiring dengan terbukanya akses pesantren terhadap perguruan tinggi internasional. Menurut Arsyad, bekal keilmuan dan karakter yang dimiliki santri perlu dikembangkan agar dapat mendukung kiprah mereka di tingkat global.
Pelepasan santri turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut Hamzah Rukmana, Dewan Pembina Yayasan Al Mashduqiyyah Ida Sri Indriyati Dede Satibi, Ketua Yayasan Rijal Pahlawan, Ketua Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam MUI Pusat KH Habiburrahman El Shirazy, serta Ketua Umum PAAM Jawa Barat KH Yopi Nurdiansyah.
Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina juga hadir dalam acara tersebut sebagai wali santri.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















