Headline.co.id, Sumenep ~ BUMDes Kebunagung, Kabupaten Sumenep, mengembangkan usaha peternakan ayam petelur untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Usaha tersebut dikelola melalui kandang berkapasitas 1.000 ekor ayam, dengan sekitar 860 ekor telah dipelihara. Produksi telur dipasarkan melalui kemitraan dengan sejumlah usaha katering di Kabupaten Sumenep dan penjualan langsung kepada masyarakat. Pengembangan ini didukung Pemerintah Desa Kebunagung sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi melalui usaha produktif berbasis potensi lokal.
Kepala Desa Kebunagung Bustanul Affa menyampaikan komitmen tersebut pada Kamis (23/7/2026). Menurut dia, BUMDes Kebunagung diharapkan tidak hanya menjalankan kegiatan usaha, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin BUMDes menjadi motor penggerak ekonomi desa. Karena itu, kami mendukung penuh pengembangan usaha ayam petelur agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dari sisi ketahanan pangan maupun peningkatan pendapatan warga,” ujar Bustanul.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kapasitas Kandang BUMDes Kebunagung
Unit usaha peternakan ayam petelur menjadi salah satu sektor unggulan BUMDes Kebunagung. Kandang yang tersedia memiliki kapasitas 1.000 ekor ayam petelur. Dari kapasitas itu, sekitar 860 ekor ayam saat ini telah dipelihara.
Bustanul mengatakan jumlah ayam tersebut akan terus ditingkatkan. Penambahan populasi ayam diarahkan untuk memperbesar kapasitas produksi telur sehingga usaha peternakan BUMDes dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Kami telah menyediakan kandang berkapasitas 1.000 ekor, sementara saat ini terisi sekitar 860 ekor ayam. Ke depan, kami akan terus mengembangkan usaha ini agar produksinya semakin meningkat,” kata Bustanul.
Pengembangan peternakan ayam petelur juga menjadi bagian dari upaya pemerintah desa mengoptimalkan usaha produktif yang memiliki nilai ekonomi berkelanjutan. Pemerintah Desa Kebunagung menilai sektor tersebut memiliki prospek pasar yang terus berkembang.
Telur Dipasok ke Usaha Katering
Telur yang dihasilkan dari peternakan BUMDes Kebunagung telah dipasarkan melalui kemitraan dengan sejumlah usaha katering di Kabupaten Sumenep. Selain memenuhi kebutuhan mitra usaha, telur juga dijual secara langsung kepada masyarakat.
Skema pemasaran tersebut digunakan untuk menjaga penjualan produk sekaligus memperluas jangkauan pasar. Dengan menjalin kemitraan dan melayani pembelian langsung, BUMDes memasarkan hasil peternakan ke usaha katering serta konsumen di tingkat lokal.
Bustanul, yang akrab disapa Tano, mengatakan pemasaran melalui dua jalur itu menjadi langkah penting bagi pengembangan usaha BUMDes.
“Untuk pemasaran, kami sudah bermitra dengan beberapa usaha katering di Kabupaten Sumenep. Di luar itu, kami pasarkan secara mandiri kepada masyarakat,” tambahnya.
Dorong Pendapatan dan Lapangan Kerja
Pengembangan peternakan ayam petelur diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kebunagung. Dampak yang ditargetkan mencakup pembukaan peluang kerja baru, peningkatan pendapatan warga, serta penguatan ketahanan pangan di tingkat desa.
Pemerintah Desa Kebunagung juga menargetkan BUMDes dapat menjadi contoh pengelolaan usaha desa yang profesional, produktif, dan berkelanjutan. Pengelolaan tersebut diharapkan menjadikan BUMDes sebagai model pengembangan ekonomi yang memanfaatkan potensi lokal.
Melalui penguatan sektor peternakan, BUMDes Kebunagung diharapkan semakin berperan sebagai pilar ekonomi desa. Usaha itu diarahkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi lokal di Kabupaten Sumenep.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















