Headline.co.id, Lumajang ~ Sebanyak 44 pemuda di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengikuti pelatihan pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing produk lokal dan memperluas jangkauan pasar. Kegiatan bertema “Dari Usaha Lokal Menuju Pasar Digital” tersebut berlangsung di Hall Aston Inn pada Rabu (14/10/2026). Pelatihan ini digelar untuk memperkuat kemampuan wirausaha muda dalam mengembangkan usaha mandiri sekaligus menciptakan peluang kerja berbasis teknologi. Materi pelatihan diarahkan pada pemanfaatan platform digital, pengembangan konten, penguatan merek, serta penyusunan strategi pemasaran sesuai karakteristik produk dan kebutuhan konsumen.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang Agus Triyono mengatakan, penguasaan pemasaran digital menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha muda di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat dan perubahan perilaku konsumen.
“Persaingan usaha saat ini semakin ketat. Karena itu, pemuda harus mampu menghadirkan produk berkualitas, membuat konten yang menarik, serta membangun kepercayaan konsumen. Pemasaran digital bukan sekadar mengejar viralitas, melainkan tentang strategi, kepercayaan, dan keberlanjutan usaha,” tegas Agus.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pelatihan pemasaran digital tekankan kualitas produk
Agus menjelaskan, keberhasilan pemasaran tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempromosikan produk melalui media sosial. Menurut dia, kualitas barang, identitas merek, dan kepercayaan konsumen juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.
Karena itu, peserta didorong memanfaatkan pelatihan untuk mengembangkan kreativitas dalam membuat konten. Mereka juga diminta memperkuat identitas merek atau branding agar produk memiliki ciri yang lebih jelas ketika diperkenalkan kepada konsumen melalui kanal digital.
Strategi pemasaran, lanjut Agus, perlu disusun dengan mempertimbangkan karakteristik produk serta kebutuhan pasar. Dengan pendekatan tersebut, promosi tidak hanya berorientasi pada jangkauan atau perhatian sesaat, tetapi juga diarahkan untuk membangun hubungan dengan konsumen.
Selain kemampuan promosi, Agus mengingatkan peserta mengenai pentingnya legalitas usaha, mutu produk, pelayanan kepada pelanggan, dan kejujuran. Hal-hal tersebut dinilai sebagai bagian dari pengembangan bisnis yang berkelanjutan.
“Promosi dapat mendatangkan pembeli, tetapi kualitas dan kepercayaanlah yang membuat mereka kembali. Karena itu, pelaku usaha muda harus menjaga mutu produk, memberikan pelayanan terbaik, menjalankan usaha secara jujur, serta terus membangun jejaring dan kolaborasi,” ungkapnya.
Pemuda didorong menjadi pencipta peluang kerja
Agus juga meminta generasi muda memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk membangun kemandirian ekonomi. Keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan diharapkan tidak hanya membantu pemuda memasuki dunia kerja, tetapi juga mendorong mereka mengembangkan usaha yang dapat membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
Dorongan tersebut menempatkan pemuda bukan hanya sebagai pengguna teknologi dan pencari kerja. Mereka juga diharapkan mampu memanfaatkan teknologi pemasaran untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen yang lebih luas, serta mengembangkan usaha secara mandiri.
Dalam konteks pengembangan produk lokal, pemasaran digital menjadi sarana untuk memperluas pengenalan produk di luar jangkauan pasar sebelumnya. Namun, pemanfaatannya tetap perlu dibarengi dengan kualitas produk, pelayanan, dan pengelolaan usaha yang baik.
Disporapar Lumajang tingkatkan kapasitas wirausaha muda
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lumajang Zainur Rofik mengatakan, pelatihan pemasaran digital merupakan salah satu upaya pemerintah daerah meningkatkan kapasitas kewirausahaan generasi muda.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong pemuda agar terus mengasah keterampilan, mengembangkan kreativitas dan inovasi, serta memiliki keberanian untuk membangun usaha secara mandiri. Harapannya, generasi muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha yang memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Zainur berharap keterampilan yang diperoleh 44 peserta dapat diterapkan dalam pengelolaan usaha masing-masing. Penerapan tersebut terutama berkaitan dengan upaya memperkenalkan produk melalui platform digital dan menjangkau konsumen dalam cakupan yang lebih luas.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lumajang mendukung pengembangan wirausaha muda. Melalui peningkatan kemampuan pemasaran digital, pemkab juga berupaya memperkuat pengembangan produk lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan demikian, peserta tidak hanya diarahkan memahami cara mempromosikan produk, tetapi juga membangun usaha yang bertumpu pada kualitas, identitas merek, kepercayaan konsumen, legalitas, pelayanan, serta jejaring dan kolaborasi.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Anby/An-m)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



![[SIARAN PERS] Menkominfo: Presiden Tawari Apple Investasi Smart City di IKN](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/10/siaran-pers-menkominfo-presiden-tawari-apple-investasi-smart-city-di-ikn.jpeg)










