Headline.co.id, Jakarta ~ Kekurangan gizi dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh dan memunculkan sejumlah perubahan yang kerap dianggap sebagai keluhan biasa. Rambut rontok, kulit kering, tubuh mudah lelah, hingga kram otot merupakan beberapa sinyal yang perlu dicermati karena dapat berkaitan dengan kurangnya vitamin, mineral, protein, atau zat gizi lainnya. Informasi mengenai tanda kekurangan gizi ini dimuat pada 8 Oktober 2026 untuk membantu masyarakat mengenali perubahan tubuh dan mengambil langkah yang tepat. Namun, gejala tersebut tidak dapat dijadikan diagnosis medis karena bisa disebabkan oleh faktor lain.
Tubuh membutuhkan makronutrisi seperti protein, karbohidrat, dan lemak sehat, serta mikronutrisi berupa vitamin dan mineral. Zat-zat tersebut berperan dalam menyediakan energi, menjaga kesehatan kulit, rambut, dan kuku, membangun serta memperbaiki jaringan otot, hingga mendukung sistem kekebalan tubuh.
Ketika asupan nutrisi tidak terpenuhi dengan baik, tubuh dapat mengirimkan sinyal peringatan. Mengenali perubahan itu sejak dini penting agar seseorang tidak hanya mengandalkan perawatan dari luar atau mengonsumsi suplemen secara sembarangan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Rambut rontok hingga luka di sudut mulut
Rambut rontok dalam jumlah berlebihan atau semakin menipis dapat berkaitan dengan kurangnya zat besi, seng, serta vitamin B. Zat-zat tersebut berperan dalam siklus pertumbuhan rambut dan menjaga kekuatan akar rambut. Karena itu, pola makan yang kaya protein, vitamin, dan mineral menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan rambut.
Perubahan lain yang dapat muncul adalah kulit kering, kusam, atau mudah pecah-pecah. Kondisi tersebut sering dikaitkan dengan cuaca, kebiasaan mandi, atau kurangnya penggunaan pelembap. Padahal, kekurangan vitamin tertentu serta kurangnya lemak sehat juga dapat membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya dan terlihat kusam.
Luka atau rasa perih di sudut mulut yang sulit sembuh maupun sering kambuh juga perlu dicermati. Keluhan ini kerap dianggap sebagai sariawan biasa dan hanya ditangani dengan obat oles. Namun, kondisi yang berulang dapat berkaitan dengan kekurangan vitamin B2 dan zat besi. Jika luka terus muncul atau membutuhkan waktu lama untuk sembuh, perhatian perlu diberikan pada asupan makanan dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Mudah lelah, gusi berdarah, dan kuku rapuh
Tubuh yang mudah lelah dan lemah meskipun sudah cukup beristirahat dapat menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan perhatian lebih. Kekurangan zat besi, vitamin B12, dan vitamin D termasuk beberapa kemungkinan penyebabnya. Meski demikian, kelelahan tidak selalu berarti kekurangan gizi karena dapat dipengaruhi beragam faktor lain.
Jika rasa lelah menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan lebih lanjut kepada tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya. Langkah ini penting agar penanganan tidak didasarkan pada dugaan semata.
Gusi yang mudah berdarah, terutama saat menyikat gigi, juga termasuk perubahan yang perlu diperhatikan. Vitamin C berperan dalam menjaga kekuatan dan kesehatan jaringan tubuh, termasuk gusi. Kekurangan vitamin C dapat membuat gusi rapuh dan mudah berdarah.
Namun, gusi berdarah tidak selalu menunjukkan kurangnya konsumsi buah atau sayur. Masalah pada gigi dan gusi juga dapat menjadi penyebabnya. Karena itu, keluhan yang sering muncul sebaiknya diperiksakan agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Sementara itu, kuku yang rapuh, mudah patah, semakin tipis, atau berubah bentuk dapat berkaitan dengan kurangnya protein, zat besi, maupun zat gizi lainnya. Perubahan pada kuku tidak selalu disebabkan kekurangan gizi. Akan tetapi, apabila disertai rambut rontok atau tubuh mudah lelah, pola makan dan kondisi kesehatan secara menyeluruh perlu dievaluasi.
Kram otot dan langkah menghadapi tanda kekurangan gizi
Kram otot yang sering muncul, khususnya pada kaki, dapat disebabkan berbagai hal. Salah satu kemungkinan adalah ketidakseimbangan atau kurangnya asupan mineral seperti magnesium, kalium, dan kalsium. Ketiga mineral tersebut bekerja sama dalam menjaga fungsi otot.
Pemenuhan mineral melalui pola makan yang beragam dan bergizi seimbang menjadi langkah yang dianjurkan. Namun, jika kram terjadi sangat sering, terasa menyakitkan, atau disertai keluhan lain, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab pastinya.
Perubahan pada rambut, kulit, kuku, gusi, maupun kondisi tubuh tidak dapat digunakan sebagai sarana diagnosis medis. Adanya gejala-gejala tersebut juga tidak selalu berarti tubuh secara mutlak kekurangan vitamin atau mineral tertentu.
Langkah yang disarankan adalah memperbaiki pola makan dengan menu yang beragam, lengkap, dan bergizi seimbang, serta mengutamakan makanan alami sebagai sumber utama zat gizi. Konsumsi suplemen secara sembarangan atau berlebihan bukan pilihan yang tepat.
Apabila keluhan menetap, semakin berat, atau muncul bersamaan dengan gejala lain, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Pemeriksaan dan saran yang sesuai diperlukan untuk mengetahui kondisi tubuh serta menentukan langkah penanganan berdasarkan kebutuhan masing-masing.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.






