Headline.co.id, Jakarta ~ Polda Metro Jaya melalui Direktorat Samapta menyambangi tujuh sekolah di Jakarta pada Rabu (14/10/2026) untuk memperkuat pesan anti-perundungan. Kegiatan dilakukan melalui patroli dialogis sejak pagi hingga menjelang siang dengan melibatkan personel patroli motor dan patroli kota. Polisi berdialog dengan pelajar dan guru untuk menanamkan pentingnya menjaga keamanan, menghormati sesama, serta mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Upaya tersebut dilakukan dengan pendekatan humanis agar tercipta lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.
Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Pol. Wahyu Dwi Aribowo mengatakan, kehadiran polisi di sekolah tidak hanya ditujukan untuk memelihara keamanan, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dekat dengan warga sekolah.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memelihara keamanan sekaligus memperkuat hubungan kepolisian dan warga sekolah,” kata Wahyu dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Patroli dialogis Polda Metro Jaya menyasar tujuh sekolah
Tujuh sekolah yang dikunjungi Direktorat Samapta Polda Metro Jaya terdiri atas SMAN 24 Jakarta, SDN 01 Gondangdia, SMKN 19 Jakarta, SMAN 6 Jakarta, SDN 09 Cideng, SDN 10 Cideng, dan SDN 09 Bendungan Hilir.
Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian menyampaikan pesan-pesan keamanan sekaligus membangun komunikasi dengan warga sekolah. Di SDN 09 Cideng dan SDN 10 Cideng, personel berinteraksi langsung dengan para siswa.
Sementara itu, di SDN 09 Bendungan Hilir, petugas berdialog dengan para guru. Komunikasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga lingkungan belajar agar tetap aman dan mendukung kegiatan pendidikan.
Patroli dialogis itu merupakan bagian dari upaya Polda Metro Jaya menghadirkan polisi di tengah lingkungan pendidikan. Pendekatan tersebut menempatkan petugas bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pihak yang dapat diajak berkomunikasi oleh pelajar dan tenaga pendidik.
Polisi dorong pembinaan karakter dan pencegahan perundungan
Menurut Wahyu, kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto yang menekankan pentingnya kehadiran polisi sebagai sahabat anak.
Selain mencegah perundungan, kehadiran polisi di sekolah diarahkan untuk mendukung pembinaan karakter dan penanaman etika. Kepolisian mendorong terciptanya suasana pendidikan yang mengedepankan sikap saling menghormati dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui komunikasi langsung, para siswa juga diharapkan berani menyampaikan persoalan yang mereka hadapi dan meminta pertolongan ketika mengalami masalah. Ruang komunikasi tersebut dinilai penting agar pelajar tidak menghadapi persoalan seorang diri di lingkungan sekolah.
Wahyu menambahkan, upaya menjaga keamanan sekolah tidak dapat hanya mengandalkan kepolisian. Menurut dia, diperlukan kerja sama berkelanjutan polisi, tenaga pendidik, dan orang tua agar para pelajar dapat menjalani kegiatan belajar dengan tenang tanpa rasa takut.
“Anak-anak perlu memiliki ruang untuk bercerita dan didengar, sehingga mereka dapat belajar dengan tenang serta tumbuh tanpa rasa takut,” kata Wahyu.
Kerja sama polisi, sekolah, dan orang tua
Kerja sama kepolisian, sekolah, dan orang tua menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman. Melalui patroli dialogis, polisi berupaya memperkuat hubungan dengan warga sekolah sekaligus menyampaikan pesan keamanan secara langsung.
Interaksi dengan siswa dan guru di tujuh sekolah tersebut diharapkan dapat menumbuhkan keberanian untuk berbicara ketika menghadapi masalah. Pada saat yang sama, pesan tentang penghormatan terhadap sesama dan pencegahan perundungan terus ditekankan sebagai bagian dari pembinaan di lingkungan pendidikan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.















