Headline.co.id, Jakarta ~ Direktorat Pendidikan Kristen pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama menyalurkan beasiswa Ditjen Bimas Kristen senilai Rp15.650.013.630 bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di dalam dan luar negeri. Penyaluran dilakukan pada 2026 untuk mendukung pendidikan doktoral serta memperluas akses pendidikan tinggi bagi Orang Asli Papua (OAP). Anggaran tersebut disalurkan melalui beasiswa doktor dalam dan luar negeri serta beasiswa bagi mahasiswa OAP di Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Negeri (PTKKN) dan Perguruan Tinggi Umum (PTU).
Program beasiswa Ditjen Bimas Kristen itu menjadi bagian dari kebijakan penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan talenta. Kebijakan tersebut sejalan dengan Asta Cita keempat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan prioritas pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029.
Anggaran terbesar untuk beasiswa doktor
Porsi terbesar penyaluran dialokasikan untuk Beasiswa Program Doktor (S3) Dalam dan Luar Negeri. Nilainya mencapai Rp14.556.579.630.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Direktorat Pendidikan Kristen menempatkan program doktor sebagai salah satu fokus karena kualitas perguruan tinggi berkaitan dengan kapasitas akademik dosen. Program tersebut diharapkan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, pengembangan program studi, publikasi ilmiah, serta mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen.
“Penguatan pendidikan doktoral diharapkan memberi dampak pada kualitas pembelajaran, penelitian, pengembangan program studi, publikasi ilmiah, hingga penguatan mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen,” kata Direktur Jenderal Bimas Kristen Prof. Jeane Marie Tulung di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Petunjuk teknis program menyebutkan, beasiswa doktor diperuntukkan lain untuk meningkatkan kualitas akademik dan keilmuan dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen sesuai kebutuhan bidang keilmuan di perguruan tinggi. Skema tersebut mencakup pendidikan doktor di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.
Beasiswa OAP untuk PTKKN dan PTU
Selain beasiswa doktor, Ditjen Bimas Kristen mengalokasikan anggaran afirmasi bagi mahasiswa OAP. Tahun ini, sebesar Rp950.000.000 disediakan untuk mahasiswa OAP yang menempuh pendidikan di PTKKN.
Sementara itu, Rp143.434.000 disalurkan bagi mahasiswa OAP yang mengikuti pendidikan di PTU. Jika digabungkan dengan alokasi beasiswa doktor, total anggaran seluruh program mencapai Rp15.650.013.630.
Prof. Jeane mengatakan, kebijakan afirmasi tersebut ditujukan untuk memperkecil kesenjangan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari Papua. Menurut dia, kesempatan memperoleh pendidikan yang baik dapat membantu mahasiswa mengembangkan kapasitas diri, memasuki dunia profesi, dan kelak berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Kebijakan afirmasi bagi mahasiswa OAP mempunyai arti penting dalam upaya memperkecil kesenjangan akses pendidikan tinggi. Bagi mahasiswa dari Papua, kesempatan memperoleh pendidikan yang baik dapat membuka ruang yang lebih luas untuk mengembangkan kapasitas diri, memasuki dunia profesi, serta pada waktunya mengambil bagian dalam pembangunan daerahnya sendiri,” ujar Prof. Jeane.
“Di situlah beasiswa bertemu dengan tujuan yang lebih besar: pendidikan memberi jalan bagi seseorang untuk berkembang sekaligus memperbesar manfaat kehadirannya bagi masyarakat,” lanjutnya.
Beasiswa diarahkan untuk pemerataan dan mutu
Menurut Prof. Jeane, dukungan pendidikan perlu diberikan dengan memperhatikan pemerataan dan mutu. Kesempatan melanjutkan studi harus terbuka bagi mahasiswa yang memiliki kapasitas akademik, termasuk mereka yang berasal dari wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan.
Beasiswa tersebut tidak hanya diposisikan sebagai pembiayaan studi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang dapat berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, pelayanan publik, dan kehidupan masyarakat. Program itu juga diarahkan untuk memperkuat kualitas manusia serta institusi pendidikan Kristen.
Pendidikan tinggi membutuhkan dosen dengan kemampuan akademik yang kuat, peneliti produktif, serta tenaga profesional yang mampu membaca perubahan sosial. Mereka diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi gereja, masyarakat, dan negara.
Dirjen Bimas Kristen meminta para penerima beasiswa menjalani studi secara sungguh-sungguh, menjaga integritas akademik, dan menyelesaikan pendidikan sesuai waktu yang ditetapkan. Dana pendidikan yang bersumber dari negara, kata dia, membawa tanggung jawab agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat kembali memberi manfaat kepada masyarakat.
Melalui penyaluran anggaran tersebut, Direktorat Pendidikan Kristen mengambil bagian dalam agenda penguatan sumber daya manusia. Dampak program diharapkan terlihat dari lahirnya lulusan yang memiliki kedalaman ilmu, integritas, kepekaan terhadap persoalan masyarakat, serta kemampuan menghadirkan pengetahuan bagi kemajuan Indonesia.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















