Headline.co.id, Semarang ~ Afif Muhammad Thoifur, siswa kelas VI MI Assidiqiyah Siak, Riau, berhasil menembus babak final Cabang Tartil Al-Qur’an Putra pada MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Afif menjadi salah satu finalis dalam ajang tersebut karena ketekunannya mengasah kemampuan membaca Al-Qur’an sejak kecil. Perjalanan itu ditempuhnya dari Kabupaten Siak menuju panggung nasional dengan dukungan keluarga, guru, pelatih, dan pendamping.
Capaian Afif di final MTQ Nasional 2026 tidak lepas dari kecintaannya terhadap Al-Qur’an yang tumbuh sejak usia dini. Di rumahnya di Kabupaten Siak, Afif dikenal gemar bersenandung. Bahkan sebelum memasuki taman kanak-kanak, ia sudah mampu membaca Al-Qur’an.
Minat Membaca Al-Qur’an Tumbuh Sejak Kecil
Ketertarikan Afif pada seni membaca Al-Qur’an kemudian terus diasah. Kegemaran melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an menjadi bagian dari kesehariannya hingga membawanya mengikuti MTQ Nasional XXXI di Semarang.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Di luar aktivitas membaca Al-Qur’an, Afif tetap menjalani kegemaran seperti anak seusianya. Ia senang berkreasi menggunakan karton dan menyusun potongan-potongan bahan tersebut menjadi miniatur masjid hingga mobil-mobilan.
Namun, dari berbagai kegemarannya, lantunan ayat-ayat Al-Qur’an menjadi hal yang terus menyertainya. Dari rumah keluarga Syafi’i dan Etiana di Siak, suara Afif akhirnya terdengar di panggung nasional.
Perjalanan menuju babak final tersebut menjadi pengalaman penting bagi Afif yang masih berusia belia. Ia tidak hanya membawa kemampuan yang telah diasah sejak kecil, tetapi juga dukungan keluarga dan para pembimbing yang mendampinginya selama mengikuti rangkaian MTQ Nasional XXXI.
Dukungan Keluarga Mengiringi Perjalanan Afif
Bagi Syafi’i, ayah Afif, keberhasilan putranya menembus final memiliki makna lebih dari sekadar capaian dalam perlombaan. Afif merupakan anak kelima dari enam bersaudara.
Syafi’i mengatakan, perjalanan Afif hingga ke panggung nasional menjadi proses panjang dalam mengenalkan, merawat, dan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di lingkungan keluarga.
“Bangga dan terharu melihat Afif bisa sampai ke babak final. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Afif dan keluarga. Semoga apa yang sudah dilaluinya menjadi motivasi untuk terus belajar dan mencintai Al-Qur’an,” ujar Syafi’i.
Menurut Syafi’i, dukungan untuk Afif juga datang dari para pelatih dan pendamping. Mereka disebut sabar menemani Afif berlatih hingga mampu tampil di tingkat nasional.
Peran Pelatih dan Pendamping
Syafi’i secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Ustadz Yuhendri Tarmizi dan Ustadz Indra Gunawan. Keduanya memberikan bimbingan dan motivasi kepada Afif selama rangkaian MTQ Nasional XXXI.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Afif dari Siak menuju Semarang. Kehadiran pelatih dan pendamping membantu Afif mempersiapkan diri hingga berdiri sebagai finalis Cabang Tartil Al-Qur’an Putra.
“Sebagai orang tua, kami sangat menghargai semua dukungan yang diberikan. Semoga segala kebaikan dan pengorbanan yang diberikan mendapat balasan dari Allah SWT,” ungkap Syafi’i.
Perjalanan Bersama Al-Qur’an Masih Panjang
Bagi Afif, babak final di Semarang menjadi salah satu panggung terbesar yang pernah didatanginya pada usia yang masih belia. Meski demikian, capaian tersebut dipandang sebagai bagian dari perjalanan yang masih panjang bersama Al-Qur’an.
Dari Siak, Afif membawa suara yang tumbuh dalam keluarga, kemudian diasah melalui bimbingan para guru dan pelatih. Suara itu selanjutnya diperdengarkan di panggung MTQ Nasional XXXI di Semarang.
Kisah Afif juga memperlihatkan bagaimana kegemaran yang dirawat sejak kecil dapat mengantarkan seorang anak ke tingkat nasional. Dari anak yang senang membuat miniatur masjid dari karton, Afif kini melanjutkan perjalanannya untuk terus belajar dan mencintai Al-Qur’an.


















