Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) memperkuat penyediaan sarana olahraga di Sekolah Rakyat sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia. Upaya tersebut disampaikan dalam momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 pada 9 September 2026 melalui pembangunan lapangan sepak bola dan lintasan lari di sejumlah Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia. Fasilitas itu dibangun untuk mendorong pola hidup sehat, sportivitas, disiplin, serta pengembangan karakter dan prestasi siswa.
Kemen PU telah membangun 93 Sekolah Rakyat Tahap II yang dilengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukung, termasuk fasilitas olahraga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 32 sekolah memiliki lapangan sepak bola, dengan rincian 25 sekolah dilengkapi lapangan sepak bola dan lintasan lari atau jogging track, sedangkan tujuh sekolah memiliki lapangan sepak bola tanpa jogging track.
Sarana Olahraga di Sekolah Rakyat Mengacu Standar FIFA
Sebanyak 25 fasilitas olahraga yang dilengkapi jogging track dirancang dengan memperhatikan parameter teknis lapangan sepak bola internasional. Parameter tersebut mencakup dimensi lapangan, sistem drainase, kualitas permukaan, serta fasilitas pendukung aktivitas olahraga.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Lapangan sepak bola tersebut memiliki ukuran 105 meter x 68 meter yang mengacu pada standar Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Di sekeliling lapangan, Kemen PU membangun jogging track dengan lebar standar internasional dan lapisan karet atau rubber.
Fasilitas itu dapat digunakan siswa untuk berbagai kegiatan olahraga sehari-hari. Selain berlari dan melakukan latihan kebugaran, jogging track serta lapangan sepak bola dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekstrakurikuler.
Konstruksi lapangan juga memperhatikan sistem drainase berlapis. Sistem tersebut berfungsi mengalirkan air dengan baik sehingga kondisi permukaan lapangan tetap terjaga. Drainase menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan lapangan sepak bola.
Adapun permukaan lapangan menggunakan rumput jenis Zoysia matrella. Jenis rumput tersebut dirancang untuk menyediakan permukaan yang nyaman dan aman bagi kegiatan olahraga siswa.
Fasilitas untuk Kesehatan dan Pengembangan Karakter
Pemilihan jenis rumput, lapisan dasar, sistem drainase, dan pengelolaan permukaan lapangan menjadi bagian dari upaya Kemen PU menghadirkan fasilitas olahraga yang tidak hanya memenuhi fungsi dasar. Infrastruktur tersebut juga dirancang dengan kualitas konstruksi yang baik agar dapat digunakan secara berkelanjutan.
Kehadiran sarana olahraga di Sekolah Rakyat diharapkan membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. Fasilitas itu juga membuka ruang bagi pengembangan potensi siswa serta lahirnya bibit-bibit atlet dari berbagai daerah.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara dalam memuliakan anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu diharapkan menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
“Secara keseluruhan, dari Sabang sampai Merauke, mereka yang selama ini tidak pernah merasakan sekolah bisa sekolah. Bahkan bukan cuma disekolahkan, tetapi dimuliakan. Diberi fasilitas yang megah, buku, seragam, sepatu, makanan, sampai tempat tidur di asrama. Jadi Pak Presiden Prabowo Subianto memuliakan anak-anak dari kalangan prasejahtera,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Sekolah Rakyat Dibangun sebagai Pusat Pendidikan Terpadu
Sekolah Rakyat Tahap II dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5–10 hektare yang disiapkan pemerintah daerah. Setiap kawasan dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Selain sarana olahraga, kawasan tersebut dilengkapi ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, serta asrama siswa dan guru. Fasilitas penunjang lainnya meliputi kantin sehat, klinik, ruang ekstrakurikuler, dan ruang terbuka hijau.
Sejumlah Sekolah Rakyat yang telah dilengkapi lapangan sepak bola berstandar internasional dan jogging track lain Sekolah Rakyat Jawa Timur IV di Banyuwangi, Sekolah Rakyat Jawa Timur III di Kediri, serta Sekolah Rakyat di Kabupaten Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Momentum Haornas ke-43 menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur olahraga merupakan bagian dari investasi jangka panjang terhadap kualitas manusia Indonesia. Melalui fasilitas yang terintegrasi dengan pendidikan, siswa diharapkan memperoleh ruang untuk menjaga kesehatan, membangun karakter, dan mengembangkan prestasi olahraga.
















