Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kehutanan memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan setelah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi mencapai 184 titik hingga Kamis, 17 September 2026. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan karhutla dan kondisi habitat Gajah Sumatra di Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Sumatra Selatan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pengendalian kebakaran berjalan sekaligus melindungi satwa liar dari dampak asap dan api. Operasi diperkuat melalui patroli, pengecekan lapangan, pemadaman, penyekatan penjalaran api, pembasahan, serta pengerahan armada udara.
Data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 mencatat 475 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional hingga Kamis pukul 21.05 WIB. Angka itu turun tipis dibandingkan 479 titik pada hari sebelumnya.
Namun, Sumatra Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi di enam provinsi prioritas. Jumlahnya meningkat dari 123 titik sehari sebelumnya menjadi 184 titik pada 17 September 2026.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Hotspot Karhutla Sumatra Selatan Tertinggi
Selain Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah mencatat 61 hotspot, turun dari 102 titik. Kalimantan Barat memiliki 30 titik, naik dari 21 titik, sedangkan Jambi mencatat 15 titik, meningkat dari 12 titik.
Adapun Kalimantan Selatan mencatat lima hotspot, turun dari 11 titik. Sementara itu, Riau tidak mencatat hotspot, setelah sehari sebelumnya terdapat 11 titik.
Kementerian Kehutanan bersama Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan para pihak terus melakukan berbagai langkah penanganan. Upaya tersebut meliputi patroli, groundcheck, pemadaman, penyekatan penjalaran api, mopping up, pembasahan, hingga pendinginan.
Di Sumatra Selatan, penguatan operasi dilakukan untuk merespons kenaikan hotspot dan mengantisipasi dampak asap. Pemantauan PM2,5 menunjukkan kualitas udara di sejumlah wilayah masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Dampak asap juga sempat dirasakan di Palembang pada 17 September. Jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II pada pagi hari turun hingga sekitar 700 meter. Kondisi tersebut menyebabkan empat penerbangan yang akan mendarat harus melakukan holding dan mengalami keterlambatan.
Jarak pandang kemudian berangsur membaik setelah pukul 08.00 WIB.
29 Gajah di Pusat Konservasi Dipantau
Selain memeriksa penanganan api, Raja Juli Antoni meninjau Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 di kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan. Kawasan itu merupakan salah satu kantong penting Gajah Sumatra.
Sebanyak 29 gajah binaan berada di PKG Jalur 21. Berdasarkan hasil pemantauan, seluruh gajah dalam kondisi baik dan belum mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.
Perlindungan terhadap satwa liar juga dilakukan di wilayah lain. Pada 17 September, BKSDA Kalimantan Barat bersama masyarakat dan mitra konservasi menyelamatkan tiga orangutan di Kayong Utara.
53 Armada Udara Disiagakan
Pemerintah menyiagakan 53 unit armada udara untuk mendukung pengendalian karhutla. Armada tersebut terdiri atas 34 armada water bombing dan 19 armada untuk patroli udara serta mendukung Operasi Modifikasi Cuaca.
Dukungan udara diperkuat tiga helikopter CH-47 Chinook dari Jepang yang telah dipersiapkan untuk membantu operasi water bombing. Pengerahan armada disesuaikan dengan kondisi api di lapangan, hasil verifikasi hotspot, kondisi meteorologis, dan aspek keselamatan penerbangan.
BMKG memperkirakan pengaruh El Nino kategori sangat kuat bersama musim kemarau masih menyebabkan atmosfer relatif kering di sebagian besar wilayah Indonesia pada 18-24 September 2026. Kondisi itu meningkatkan potensi karhutla dan meluasnya kabut asap.
Peluang hujan lokal masih tersedia pada 18-20 September di Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Meski demikian, pemerintah memperkirakan periode rawan karhutla masih berlangsung beberapa pekan ke depan.
Presiden Minta Korporasi yang Melanggar Ditindak
Dalam rapat terbatas pada 16 September 2026, Presiden meminta jajaran pemerintah mempertahankan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi menghadapi ancaman karhutla.
Presiden juga menginstruksikan penindakan terhadap korporasi yang setelah proses verifikasi terbukti bertanggung jawab atas karhutla. Penindakan itu dapat mencakup pencabutan izin dan penyelidikan unsur pidana.
Kementerian Kehutanan mengingatkan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak serta-merta menunjukkan satu kejadian kebakaran. Satu kejadian kebakaran dapat menghasilkan beberapa hotspot sehingga setiap indikasi tetap perlu diverifikasi melalui pengecekan langsung dan kondisi aktual di lapangan.
Masyarakat diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga yang menemukan asap, titik api, aktivitas pembakaran, atau satwa liar yang keluar dari habitat maupun terdampak kebakaran diminta segera melapor kepada petugas dan tidak melakukan evakuasi secara mandiri.
Warga di wilayah terdampak asap juga diminta memantau kondisi udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis.
Laporan karhutla dapat disampaikan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan di nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.

















