Headline.co.id, Ketapang ~ Warga Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, menerima bantuan air siap konsumsi di tengah krisis air bersih akibat kemarau panjang. Bantuan tersebut didistribusikan Satuan Brimob Polda Kalbar bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang dan Polres Ketapang pada Selasa (15/9/2026). Air baku diolah terlebih dahulu menggunakan kendaraan khusus Water Treatment berteknologi Reverse Osmosis (RO) sebelum disalurkan kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih selama kemarau panjang di Ketapang.
Air diolah dengan kendaraan Water Treatment
Distribusi air dalam penanganan krisis air bersih di Kelurahan Sampit berbeda dari penyaluran air biasa. Air baku yang tersedia diolah menggunakan kendaraan Water Treatment milik Satbrimob Polda Kalbar. Kendaraan tersebut dilengkapi teknologi Reverse Osmosis (RO) untuk mengolah air sebelum diberikan kepada warga.
Dansat Brimob Polda Kalbar Kombes Pol. Dede Rojudin melalui Danki Brimob Ketapang IPDA Hamid mengatakan, air baku yang tersedia diproses menggunakan kendaraan khusus tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Kualitas air hasil pengolahan juga diperiksa. Hasil pengecekan menunjukkan pH air berada pada angka 7,4,” kata Hamid.
Sebelum didistribusikan, air hasil pengolahan juga diuji coba dan diminum langsung oleh Kapolres Ketapang, Kapolsek Delta Pawan, dan Lurah Sampit. Pengujian tersebut dilakukan sebelum air diberikan kepada masyarakat.
Distribusi air memasuki hari keempat
Hamid mengatakan, penyaluran air di Kelurahan Sampit merupakan kegiatan hari keempat yang dilakukan Satbrimob Polda Kalbar di wilayah Ketapang bersama Polres Ketapang.
“Distribusi air di Kelurahan Sampit merupakan kegiatan hari keempat yang dilakukan Satbrimob Polda Kalbar di Ketapang, bersama Polres Ketapang, ini arahan langsung dari Dansat Brimob Polda Kalbar,” tegasnya.
Bantuan air siap minum sebelumnya juga telah disalurkan kepada warga di Kelurahan Muliakerta, Kelurahan Tuan-Tuan, dan Desa Tanjung Baik Budi.
Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya Brimob membantu masyarakat yang terdampak krisis air bersih akibat kemarau panjang. Distribusi bantuan air juga dilakukan sebagai bagian dari arahan Bupati Ketapang Alexander Wilyo.
Empat kendaraan Water Treatment
Satbrimob Polda Kalbar saat ini memiliki empat kendaraan khusus Water Treatment. Kendaraan tersebut ditempatkan di Pontianak, Singkawang, Sanggau, dan Ketapang.
Penggunaan kendaraan Water Treatment memungkinkan air baku yang tersedia di lokasi diolah terlebih dahulu sebelum dimanfaatkan masyarakat. Dalam kegiatan di Kelurahan Sampit, hasil pengolahan air diperiksa dan dinyatakan memiliki pH 7,4 berdasarkan pengecekan yang dilakukan.
Bantuan itu ditujukan untuk meringankan kebutuhan warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama kemarau panjang di Kabupaten Ketapang.
Air baku berasal dari bantuan Kadin dan HIPMI
Air baku yang digunakan dalam kegiatan distribusi tersebut merupakan bantuan dari Kadin dan HIPMI Ketapang. Air itu kemudian diolah menggunakan kendaraan Water Treatment milik Satbrimob Polda Kalbar.
Satuan Brimob Polda Kalbar menyalurkan air tersebut bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang dan Polres Ketapang. Bantuan air siap konsumsi di Kelurahan Sampit diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga di tengah krisis air bersih yang berlangsung akibat kemarau panjang.


















