Headline.co.id, Jakarta ~ Program RISE TO IPO 2026 yang diselenggarakan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menjangkau 153 perusahaan di tiga kota. Program tersebut digelar untuk memperkuat kapasitas bisnis usaha menengah sekaligus membuka akses pendanaan melalui pasar modal. Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman menyampaikan hal itu di Jakarta, Kamis (17/9/2026). Pendampingan dilakukan secara bertahap melalui edukasi pasar modal, kurasi, dan pembinaan agar perusahaan lebih siap menuju Initial Public Offering (IPO).
RISE TO IPO 2026 mengusung semangat “Empowering Medium Enterprises to IPO”. Rangkaian program ini menyasar usaha menengah di Surabaya, Makassar, dan Bandung dengan materi mengenai peluang pendanaan melalui pasar modal, manfaat go public, serta tahapan persiapan menjadi perusahaan terbuka.
RISE TO IPO 2026 Perkuat Kesiapan Usaha Menengah
Bagus mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya mendampingi usaha menengah agar berkembang menjadi perusahaan yang profesional, transparan, dan memiliki akses pendanaan yang lebih luas.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Melalui RISE TO IPO, pengusaha menengah mendapatkan pemahaman mengenai peluang pendanaan melalui pasar modal, manfaat go public, serta tahapan persiapan menuju Initial Public Offering (IPO). Pendampingan juga mencakup penguatan aspek legal, keuangan, dan tata kelola perusahaan yang menjadi fondasi penting dalam proses menuju perusahaan terbuka,” kata Bagus.
Menurut dia, penguatan usaha menengah tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas produksi dan perluasan pasar. Kesiapan perusahaan dalam mengakses sumber pembiayaan yang lebih beragam juga menjadi perhatian dalam program tersebut.
“RISE TO IPO menjadi salah satu upaya kami untuk membuka wawasan usaha menengah bahwa pasar modal dapat menjadi salah satu alternatif sumber pendanaan untuk mendukung ekspansi dan pengembangan bisnis. Namun, untuk menuju ke sana, perusahaan perlu mempersiapkan fundamental bisnis, tata kelola, aspek keuangan, dan legalitasnya secara bertahap,” ujarnya.
Menjangkau 153 Perusahaan di Surabaya, Makassar, dan Bandung
Rangkaian RISE TO IPO 2026 dimulai di Surabaya pada 18 Juni 2026 dengan melibatkan 50 perusahaan. Kegiatan berlanjut di Makassar pada 16 Juli 2026 dan diikuti 45 perusahaan.
Pelaksanaan berikutnya berlangsung di Bandung pada 31 Agustus 2026 dengan kehadiran 58 perusahaan. Dengan demikian, total perusahaan yang telah dijangkau dalam rangkaian kegiatan di tiga kota tersebut mencapai 153 perusahaan.
Pelaksanaan program di tiga kota itu menjadi sarana untuk memperluas edukasi pasar modal kepada usaha menengah di berbagai wilayah Indonesia. Peserta memperoleh pembekalan mengenai proses go public, manfaat menjadi perusahaan terbuka, dan pengalaman dari perusahaan yang telah tercatat di BEI.
Program tersebut dilaksanakan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pendaftaran dan seleksi awal peserta, Go Public Seminar, pendampingan intensif, hingga pembinaan lanjutan melalui IDX Incubator.
“Setelah memperoleh pemahaman dasar mengenai IPO, perusahaan yang memenuhi kriteria akan mengikuti proses kurasi untuk mendapatkan pendampingan yang lebih intensif,” ungkap Bagus.
Perusahaan Peserta Masuk Tahap Kurasi
Saat ini, seluruh perusahaan yang mengikuti rangkaian RISE TO IPO 2026 di Surabaya, Makassar, dan Bandung berada dalam tahap kurasi untuk mengikuti Intensive Bootcamp RISE TO IPO.
Kurasi dilakukan untuk menilai kelayakan, kesiapan bisnis, dan potensi perusahaan dalam melanjutkan proses persiapan menuju go public. Perusahaan yang terpilih akan memperoleh pendampingan lebih mendalam bersama praktisi pasar modal.
Pendampingan tersebut diarahkan untuk memperkuat sejumlah aspek, termasuk legalitas, keuangan, tata kelola, dan strategi yang diperlukan dalam proses persiapan IPO.
“Pendampingan ini tidak berhenti pada kegiatan seminar. Kami ingin membangun proses pembinaan yang berkelanjutan, sehingga perusahaan yang memiliki potensi dapat terus didampingi untuk memperkuat fundamental bisnisnya hingga siap mengakses pasar modal,” lanjut Bagus.
Kelanjutan Pembinaan melalui IDX Incubator 2027
Setelah melalui tahapan pendampingan dan memenuhi kesiapan yang diperlukan, perusahaan peserta akan diarahkan mengikuti program IDX Incubator 2027 sebagai bagian dari kelanjutan pembinaan.
Kolaborasi Kementerian UMKM dan BEI melalui RISE TO IPO diharapkan dapat memperkuat ekosistem pengembangan usaha menengah, khususnya dalam membuka akses terhadap alternatif sumber pendanaan.
Dengan penguatan fundamental bisnis dan tata kelola, usaha menengah diharapkan dapat tumbuh secara berkelanjutan, memperluas skala usaha, dan meningkatkan daya saing.
“Kementerian UMKM mendorong transformasi usaha menengah agar tidak hanya tumbuh dari sisi skala bisnis, tetapi juga semakin siap memasuki ekosistem pembiayaan formal dan pasar modal Indonesia,” ujar Bagus.


















