Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya peran cendekiawan muslim Indonesia agar tidak hanya berkiprah di tingkat nasional, tetapi juga menjadi representasi intelektual muslim di dunia. Pernyataan itu disampaikan saat menerima audiensi Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim Seindonesia (ICMI) di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (17/09/2026). Dalam pertemuan tersebut, ICMI melaporkan persiapan Muktamar VI ICMI yang dijadwalkan berlangsung pada 4–6 Desember 2026 di Kampus Universitas Pattimura, Ambon, Maluku. Menag menyatakan Kementerian Agama siap berkolaborasi dengan ICMI dalam program keumatan, literasi keagamaan, dan penguatan ekonomi syariah.
Menag Dorong ICMI Berperan di Tingkat Global
Nasaruddin mengatakan, ICMI perlu memperluas orientasi organisasinya agar dapat memberi kontribusi dalam wacana intelektual muslim di tingkat internasional. Menurut dia, cendekiawan muslim Indonesia memiliki peluang strategis untuk memimpin pembahasan mengenai peradaban Islam global.
“Sudah waktunya ICMI berpikir melompat. Mungkin kita harus Indonesia, tetapi harus menjadi representasi dari ICMI dunia,” ujar Menag di Jakarta, Kamis (17/09/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menag menilai, posisi Indonesia sebagai salah satu negara anggota G20, pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta jumlah penduduk muslim terbesar di dunia menjadi modal bagi cendekiawan muslim Indonesia untuk mengambil peran lebih besar.
“Di negara-negara muslim, tidak ada negara muslim yang bisa menyaingi Indonesia dari segi inflasi dan pertumbuhan ekonomi kita yang cukup tinggi. Karena itu, gaung raksasa ini sudah waktunya kita bangkitkan kembali,” lanjutnya.
Persiapan Muktamar VI ICMI Dilaporkan ke Kemenag
Audiensi Pengurus Pusat ICMI dengan Menag dipimpin Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Steering Committee Muktamar, Priyo Budi Santoso. Delegasi tersebut juga terdiri atas jajaran panitia dan pengurus badan otonom ICMI.
Pertemuan itu digelar untuk melaporkan persiapan pelaksanaan Muktamar VI ICMI serta rangkaian kegiatan pendukung yang disebut Road to Muktamar. Puncak Muktamar VI ICMI dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 4–6 Desember 2026.
Kegiatan tersebut direncanakan bertempat di Kampus Universitas Pattimura, Ambon, Maluku. Priyo menyampaikan, sekitar 2.000 peserta dari 34 Organisasi Wilayah (Orwil) se-Indonesia dan 15 Orwil Luar Negeri dijadwalkan menghadiri agenda tersebut.
Muktamar VI ICMI juga dijadwalkan dibuka secara langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Informasi mengenai rencana kehadiran peserta dan pembukaan tersebut disampaikan Priyo dalam audiensi bersama Menag.
Road to Muktamar dan Rencana Kolaborasi
Selain agenda puncak Muktamar VI ICMI, panitia turut melaporkan rangkaian kegiatan nasional dan internasional dalam program Road to Muktamar. Namun, bahan laporan yang disampaikan dalam audiensi tersebut tidak merinci bentuk kegiatan yang dimaksud.
Menag menyambut baik rangkaian program yang disiapkan ICMI. Kementerian Agama menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dan menyinergikan program bersama ICMI, khususnya dalam bidang keumatan, literasi keagamaan, serta penguatan ekonomi syariah.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut audiensi Kementerian Agama dan Pengurus Pusat ICMI. Pertemuan itu juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kerja sama pemerintah dan organisasi cendekiawan muslim Indonesia.
Peserta Audiensi
Selain Priyo Budi Santoso, audiensi tersebut dihadiri Ketua Panitia Muktamar Dr. Ismail Rumadan dan Ketua Umum Alisa Khadijah ICMI Ina Marlina. Sejumlah panitia serta pengurus pusat ICMI lainnya juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Dengan agenda yang dijadwalkan berlangsung di Ambon pada Desember 2026, Muktamar VI ICMI akan mempertemukan peserta dari organisasi wilayah di Indonesia dan luar negeri. Dalam pertemuan itu, Menag menekankan agar kiprah ICMI tidak berhenti pada lingkup nasional, tetapi berkembang sebagai representasi intelektual muslim Indonesia di dunia.






