Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Menkeu Baru Diminta Satukan Pertumbuhan dan Disiplin Fiskal

masfajar by masfajar
33 minutes ago
in Ekonomi
Reading Time: 4 mins read
418 5
A A
0
: Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) menerima memori jabatan dari Pejabat lama Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) saat serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Suahasil Nazara menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr)

Ekonom: Menkeu Baru Diminta Satukan Pertumbuhan dan Disiplin Fiskal (Dok. Infopublik)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Ekonom meminta Menteri Keuangan baru Suahasil Nazara menyatukan dorongan pertumbuhan ekonomi dan disiplin fiskal dalam kebijakan keuangan Indonesia. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menyampaikan pandangan itu dalam keterangannya pada Senin (14/9/2026). Menurut Fakhrul, tantangan tersebut mencakup pengelolaan APBN, likuiditas, penerbitan surat berharga negara (SBN), dan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI). Ia menilai kedua kepentingan itu dapat dijalankan melalui aturan, urutan kebijakan, dan koordinasi antarlembaga yang lebih jelas.

Contents

    • 0.1. Hari Bakti Postel ke-81 Perkuat Kolaborasi dan Kepercayaan Publik
    • 0.2. Target NTN 120, Pemerintah Perkuat Kampung Nelayan
  • 1. Menkeu Baru Perlu Menyusun Aturan Fiskal
  • 2. Koordinasi Fiskal dan Moneter Dinilai Penting
  • 3. Waspadai Konsolidasi Fiskal Terlalu Cepat

Fakhrul mengatakan pergantian Menteri Keuangan tidak semestinya dipahami sebagai pilihan pendekatan Sri Mulyani Indrawati dan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurut dia, kedua pendekatan tersebut memiliki titik tekan yang berbeda, tetapi dapat disatukan dalam satu kerangka kebijakan.

You might also like

: Inspektur Jenderal (Irjen) Kemkomdigi, Arief Tri Hardiyanto, bersama para pengurus ATSI dalam kegiatan Donor Darah Hari Bakti Postel ke-81 di Jakarta, Selasa (15/9/2026). (Foto: Amiri Yandi/InfoPublik.id/KPM Kemkomdigi)

Hari Bakti Postel ke-81 Perkuat Kolaborasi dan Kepercayaan Publik

15 September 2026
: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) meningkat dari level 103 menjadi 120 pada 2026. Pemerintah menilai peningkatan kesejahteraan nelayan perlu menjadi perhatian, mengingat tingkat kesejahteraan nelayan saat ini masih tertinggal dibandingkan petani. (Dok. Kemenko Pangan)

Target NTN 120, Pemerintah Perkuat Kampung Nelayan

15 September 2026

“Sri Mulyani memulai dari kredibilitas: seberapa jauh ruang fiskal dapat digunakan tanpa mengurangi kemampuan pemerintah menghadapi shock berikutnya. Purbaya memulai dari aktivasi: kalau pemerintah mempunyai kapasitas di neraca, mengapa kapasitas tersebut harus menganggur? Tantangan Suahasil sekarang adalah menggabungkan keduanya,” ujar Fakhrul.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Menkeu Baru Perlu Menyusun Aturan Fiskal

Fakhrul menilai Suahasil tidak perlu membalikkan seluruh kebijakan yang telah berjalan. Fokus utama, kata dia, adalah mempertahankan kapasitas fiskal untuk mendorong pertumbuhan sekaligus memastikan instrumen fiskal digunakan berdasarkan aturan dan koordinasi yang jelas.

“Suahasil tidak perlu memilih growth dan prudence. Kesempatannya justru mempertahankan ambisi pertumbuhan Purbaya, menjaga disiplin fiskal yang dibangun Sri Mulyani, kemudian membuat keduanya bekerja dalam satu arsitektur kebijakan,” katanya.

Salah satu kebijakan yang menjadi perhatian adalah penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun di perbankan BUMN. Menurut Fakhrul, kebijakan itu telah memperluas instrumen pemerintah untuk memperkuat transmisi kebijakan ke sektor keuangan dan perekonomian.

Namun, ia mengingatkan agar penggunaan instrumen tersebut memiliki aturan yang jelas dan dapat diprediksi pasar. Fakhrul tidak melihat kebutuhan untuk menarik SAL secara mendadak karena langkah tersebut berisiko menimbulkan guncangan likuiditas.

“Saya tidak melihat perlunya SAL ditarik secara mendadak. Itu justru dapat menghasilkan liquidity shock. Tetapi mempertahankannya tanpa framework yang lebih jelas juga mempertahankan ketidakpastian,” ujarnya.

Kerangka pengelolaan SAL, lanjut Fakhrul, setidaknya perlu mengatur jadwal jatuh tempo, mekanisme rollover, batas minimum fiscal cash buffer, serta koordinasi dengan pengelolaan likuiditas BI.

“Purbaya memperluas toolkit. Tantangan Suahasil adalah menulis rulebook-nya,” katanya.

Koordinasi Fiskal dan Moneter Dinilai Penting

Fakhrul menilai persoalan kebijakan tidak hanya berkaitan dengan besarnya likuiditas yang tersedia, tetapi juga urutan dan koordinasi pelaksanaannya. Pemerintah dapat menambah likuiditas melalui SAL, sementara BI pada waktu yang sama mengelola atau menyerap likuiditas melalui instrumen seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Kondisi tersebut, menurut dia, dapat membuat pasar menerima sinyal kebijakan yang berbeda apabila timing dan sequencing tidak dikoordinasikan.

“Dua kebijakan yang secara individual benar belum tentu menghasilkan policy mix yang optimal apabila timing dan sequencing-nya tidak terkoordinasi,” ujar Fakhrul.

Karena itu, salah satu ukuran keberhasilan Menteri Keuangan baru adalah terciptanya kerangka yang lebih dapat diprediksi pengelolaan kas pemerintah, penerbitan SBN, dan pengelolaan likuiditas oleh BI.

Fakhrul menegaskan, koordinasi tersebut tidak berarti mengurangi independensi bank sentral. Setiap institusi tetap mengambil keputusan sesuai mandatnya, tetapi dampak kebijakan fiskal dan moneter pada akhirnya bertemu di pasar keuangan.

“Independensi berarti masing-masing institusi tetap mengambil keputusan sesuai mandatnya. Tetapi neraca perekonomian tidak mengenal batas institusi. Ketika Kementerian Keuangan menempatkan atau menarik SAL, dampaknya masuk ke likuiditas yang juga sedang dikelola BI,” katanya.

Bagi industri perbankan, ia melanjutkan, kepastian arah likuiditas lebih penting dibandingkan likuiditas yang melimpah tetapi dapat berubah secara tiba-tiba.

Waspadai Konsolidasi Fiskal Terlalu Cepat

Selain mendorong kejelasan aturan, Fakhrul mengingatkan risiko overcorrection setelah pergantian Menteri Keuangan. Menurut dia, upaya memperkuat kredibilitas fiskal jangan sampai berubah menjadi konsolidasi fiskal yang terlalu cepat ketika perekonomian masih membutuhkan dukungan.

Komitmen menjaga defisit APBN di bawah tiga persen terhadap produk domestik bruto (PDB) tetap penting untuk mempertahankan kepercayaan terhadap fiskal Indonesia. Namun, kondisi global yang masih ditandai mahalnya global duration dan permintaan domestik yang belum sepenuhnya kuat memerlukan kehati-hatian dalam menentukan kecepatan konsolidasi.

“Fiscal prudence tetap diperlukan. Tetapi prudence berbeda dengan austerity. Jangan sampai keinginan memperkuat kredibilitas justru menghasilkan premature consolidation ketika ekonomi masih membutuhkan dukungan,” ujarnya.

Fakhrul mengatakan kredibilitas fiskal tidak semata-mata ditentukan oleh tampilan neraca pemerintah yang sehat. Kesehatan fiskal, kata dia, penting karena menciptakan ruang bagi pemerintah untuk bertindak ketika terjadi guncangan ekonomi.

“Neraca yang sehat bukan tujuan untuk sekadar terlihat sehat. Kita menjaganya agar mempunyai kapasitas untuk bertindak ketika diperlukan,” katanya.

Ia juga menilai kebijakan fiskal tidak dapat dilihat hanya dari APBN. Hubungan APBN, BUMN, Danantara, dan berbagai kendaraan pembiayaan pemerintah perlu ditempatkan dalam kerangka koordinasi yang sama agar risiko quasi-fiscal dapat dipetakan dan dikelola.

“Pasar tidak membutuhkan pemerintah yang tidak pernah mengambil risiko. Pasar membutuhkan pemerintah yang membuat jelas risiko apa yang diambil, siapa yang menanggungnya dan bagaimana risiko tersebut dikelola,” kata Fakhrul.

Menurut dia, pergantian Menteri Keuangan dapat menjadi momentum untuk membawa kebijakan fiskal Indonesia dari fase eksperimen menuju institusionalisasi. Suahasil tidak perlu diposisikan sebagai kembalinya pendekatan era Sri Mulyani ataupun penolakan terhadap eksperimen Purbaya.

“Saya tidak melihat Suahasil sebagai kembalinya era Sri Mulyani ataupun penolakan terhadap eksperimen Purbaya. Kesempatannya justru mengambil yang terbaik dari keduanya,” katanya.

Fakhrul menilai tugas utama Menteri Keuangan baru bukan sekadar memilih kebijakan fiskal yang ekspansif atau konservatif, melainkan membangun kerangka agar pertumbuhan dan stabilitas dapat berjalan bersama.

“Risiko terbesar adalah overcorrection menuju austerity. Peluang terbesarnya adalah institutionalization. Kalau berhasil, kita tidak lagi harus memilih pertumbuhan dan stabilitas. Kita mulai membangun kerangka agar keduanya dapat berjalan bersama,” ujar Fakhrul.

Tags: berita jakartaEkonomHeadlineJakartaMenteri

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
masfajar

masfajar

Related Stories

: Inspektur Jenderal (Irjen) Kemkomdigi, Arief Tri Hardiyanto, bersama para pengurus ATSI dalam kegiatan Donor Darah Hari Bakti Postel ke-81 di Jakarta, Selasa (15/9/2026). (Foto: Amiri Yandi/InfoPublik.id/KPM Kemkomdigi)

Hari Bakti Postel ke-81 Perkuat Kolaborasi dan Kepercayaan Publik

by Wawan
15 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Hari Bakti Postel ke-81 Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan pengabdian insan pos, telekomunikasi, serta...

: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) meningkat dari level 103 menjadi 120 pada 2026. Pemerintah menilai peningkatan kesejahteraan nelayan perlu menjadi perhatian, mengingat tingkat kesejahteraan nelayan saat ini masih tertinggal dibandingkan petani. (Dok. Kemenko Pangan)

Target NTN 120, Pemerintah Perkuat Kampung Nelayan

by Dani
15 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah menargetkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) meningkat dari level 103 menjadi 120 pada 2026. Target tersebut disampaikan...

: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah menyusun dan membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria. Proses tersebut dilakukan dengan melibatkan kementerian/lembaga serta pemangku kepentingan terkait untuk menyempurnakan substansi dan memastikan regulasi yang disusun dapat menjawab berbagai persoalan agraria./Foto Humas Kementerian ATR/BPN

RUU Reforma Agraria Bahas 575 Masalah untuk Perkuat Kebijakan

by Wawan
15 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria dibahas Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama...

: Dok. Kemenko Pangan

Indonesia-Bulgaria Jajaki Perluasan Pasar Produk Pangan

by Wawan
15 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Indonesia dan Bulgaria menjajaki perluasan pasar produk pangan dan pertanian dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Pangan dengan...

Viral Marketing Bukan Sekadar Viral Ini Strategi, Manfaat, Risiko, dan Cara Kerjanya untuk Brand

Viral Marketing Strategies Bukan Sekadar Bikin Konten Viral, Ini Manfaat, Risiko dan Cara Kerjanya

by Hendrawan
15 September 2026
0

Explainer viral marketing strategies: cara kerja, manfaat, risiko, UGC, trendjacking, influencer, hingga alasan viralitas tidak bisa dijamin.

: Seorang warga menukarkan uang rupiah layak edar pada layanan kas keliling Bank Indonesia di Pasar Baru Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (27/8/2026). Bank Indonesia menyediakan layanan tersebut untuk memudahkan masyarakat, khususnya pedagang, menukarkan uang pecahan kecil, menarik uang lusuh atau rusak, serta mengedukasi masyarakat agar merawat fisik Rupiah. (ANTARA FOTO/Akbar Tado/tom)

Ekonom: Rupiah Perlu Diperkuat, BI Rate Tak Bisa Bekerja Sendiri

by Aditya
15 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Tekanan terhadap rupiah berpotensi meningkat karena ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed), harga minyak yang...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Air dan Kesehatan Terjamin, Harapan Baru bagi Korban Kebakaran Manggarai

Air dan Pelayanan Kesehatan Terjamin untuk Korban Kebakaran Manggarai

14 August 2024

Update Corona di Indonesia 5 Mei 2020: Kasus Positif Tembus 12.000, Pasien Sembuh 2.197 Orang

5 May 2020
Live Streaming Argentina vs Spanyol Final Piala Dunia 2026, Tayang Pukul 02.00 WIB

Live Argentina vs Spanyol: Fakta Final Piala Dunia 2026, Messi vs Yamal hingga Jam Tayang

20 July 2026
Harga TBS Sawit Swadaya Riau Turun, Usia 9 Tahun Paling Terdampak

Harga TBS Sawit Swadaya Riau Turun, Usia 9 Tahun Paling Terdampak

18 June 2025
Distribusi Obat di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Dilakukan Secara Manual Pascabencana

Distribusi Obat di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Dilakukan Secara Manual Pascabencana

21 January 2026
Pemko Padang Revitalisasi Basement Blok II dan III Pasar Raya

Pemko Padang Revitalisasi Basement Blok II dan III Pasar Raya

29 June 2026
Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Toli-toli, Sulawesi Tengah

Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Toli-toli, Sulawesi Tengah

6 July 2026

Artikel Terbaru

Desa Wisata Tinalah Makin Dikenal, Pemberdayaan Warga dan Wisata Berkelanjutan Jadi Kekuatan Utama

Mengapa Desa Wisata Tinalah Jadi Model Wisata Berbasis Masyarakat? Ini Strategi, Digitalisasi, dan Prestasinya

15 September 2026
:

Karhutla Muara Enim Meluas, Pemkab Siapkan Excavator

15 September 2026
Gandeng Komunitas Kicau Mania, Brimob Polda Jateng Kembali Salurkan Distribusi Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Brimob Polda Jateng Salurkan Air Bersih bagi Warga Kekeringan

15 September 2026
: Inspektur Jenderal (Irjen) Kemkomdigi, Arief Tri Hardiyanto, bersama para pengurus ATSI dalam kegiatan Donor Darah Hari Bakti Postel ke-81 di Jakarta, Selasa (15/9/2026). (Foto: Amiri Yandi/InfoPublik.id/KPM Kemkomdigi)

Hari Bakti Postel ke-81 Perkuat Kolaborasi dan Kepercayaan Publik

15 September 2026
:

Polresta Sumenep Sasar Sekolah Cegah Judol dan Tawuran

15 September 2026
Perkuat Operasi SAR, Polri Evakuasi Dua Jenazah KM Virgo dengan Helikopter

Evakuasi Dua Jenazah KM Virgo Dilakukan dengan Helikopter Polri

15 September 2026
: Rapat Kontingen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Sulawesi Tengah Tahun 2026 Kabupaten Banggai

Kontingen Banggai Targetkan Tiga Besar Porprov Sulteng 2026

15 September 2026

Popular Story

: Meski berhasil memproduksi sekitar 1.600 berita dalam setahun, para penulis KIM Sembada Kabupaten Sleman kini diarahkan untuk memperkuat standar penulisan berita dari sekadar laporan kegiatan menjadi karya jurnalistik warga yang kaya sudut pandang dan mengangkat potensi budaya lokal.
Berita

Diskominfo Sleman Dorong KIM Sembada Angkat Budaya Lokal

by Lia
11 September 2026
0

Headline.co.id, Depok ~ SLEMAN – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman...

Read moreDetails

Respons Bencana Harus Perhatikan Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak

Amsakar Minta GMPP Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir

Menhub Perkuat Pengawasan Keselamatan Transportasi di Jatim

Kadet KKRI Kunjungi SMA Taruna Nusantara Cimahi

Kasus ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla Capai 113.336

Penanggulangan Bencana Diperkuat, Pemerintah Soroti Kesenjangan Dana

Polda Kalteng Tangani 62 Kasus Karhutla, 25 Orang Jadi Tersangka

Cegah Karhutla, Polisi Edukasi Warga Lewat Program Subuh Keliling di Muara Enim

Faelasufa Raih Penghargaan Literasi Jawa Tengah 2026

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.