Headline.co.id, Depok ~
SLEMAN – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman mendorong pegiat Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sembada memperkuat kualitas dan kedalaman berita yang dihasilkan. Dorongan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Forum KIM Sembada Kabupaten Sleman di Kapanewon Depok, Selasa (8/9/2026). Diskominfo Sleman meminta produk jurnalistik warga tidak berhenti pada laporan kegiatan seremonial, tetapi mengangkat dampak, pemberdayaan, inovasi, serta potensi budaya dan tradisi lokal secara lebih kontekstual.
Ketua Tim Kerja Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Sleman, Agastya Dedi Kusuma, mengatakan peningkatan kualitas naskah diperlukan seiring tingginya produktivitas para penulis KIM. Para pegiat KIM Sembada tercatat mampu menghasilkan sekitar 1.600 berita per tahun.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Produktivitas KIM Perlu Diikuti Penguatan Isi
Agastya mengapresiasi jumlah berita yang diproduksi KIM Sembada. Namun, ia menilai tantangan berikutnya adalah memperkuat isi tulisan agar memiliki nilai berita, sudut pandang, dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Dari sisi kuantitas, produktivitas KIM sudah sangat baik. Tantangan berikutnya adalah meningkatkan kedalaman, sudut pandang, dan manfaat tulisan. Berita KIM sebaiknya menggali dampak, pemberdayaan, inovasi, hingga kisah inspiratif di tengah warga,” ujar Agastya di hadapan puluhan pengurus KIM se-Kabupaten Sleman.
Menurut dia, berita yang diproduksi KIM tidak semestinya hanya mencatat berlangsungnya sebuah kegiatan. Naskah perlu menggali hal-hal yang lebih substansial, termasuk dampak kegiatan bagi warga, bentuk pemberdayaan yang dilakukan, inovasi yang dikembangkan, serta kisah inspiratif di tengah masyarakat.
Penguatan tersebut diharapkan membuat produk jurnalistik warga lebih relevan dan memberikan manfaat nyata bagi pembaca. Dengan demikian, informasi yang disampaikan tidak hanya mendokumentasikan kegiatan, tetapi juga menunjukkan dinamika dan potensi yang berkembang di wilayah.
Budaya dan Tradisi Lokal Jadi Ruang Pengembangan
Diskominfo Sleman secara khusus mendorong pegiat KIM mengemas kekayaan budaya dan tradisi lokal dalam naskah yang dikirimkan ke kanal nasional . Isu budaya dinilai memiliki ruang pengembangan yang fleksibel dari sisi aktualitas.
Namun, pengemasan informasi budaya perlu disertai konteks yang memadai. Konteks tersebut mencakup sejarah, makna tradisi, serta keterlibatan masyarakat di dalamnya.
Pendekatan itu dinilai dapat membantu pembaca memahami budaya dan tradisi lokal secara lebih utuh. Selain memperkuat nilai berita, penggalian konteks juga membuat tulisan memiliki daya inspirasi dan mampu memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Dalam arahan tersebut, pegiat KIM didorong untuk melihat potensi di seluruh kalurahan sebagai sumber informasi. Kekayaan lokal dapat menjadi bahan penulisan selama disajikan dengan sudut pandang yang lebih mendalam dan tetap memperhatikan manfaat bagi masyarakat.
KIM Sembada Diposisikan sebagai Jembatan Informasi
Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, mengapresiasi keaktifan KIM Sembada dalam menyampaikan informasi di wilayah. Ia menilai KIM merupakan mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan dan dinamika wilayah.
Informasi tersebut, menurut Rakhmat, perlu disampaikan secara cepat, akurat, dan memenuhi kaidah 5W+1H. Prinsip itu menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.
Apresiasi tersebut menegaskan peran KIM tidak hanya sebagai penghasil berita, tetapi juga sebagai penghubung informasi pemerintah dan warga. Melalui produk jurnalistik yang memenuhi kaidah pemberitaan, KIM dapat membantu menyampaikan perkembangan pembangunan serta berbagai dinamika di wilayah.
Ketua KIM Sembada Kabupaten Sleman, Adnan Iman Nurtjahjo Amir, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus meningkatkan kapasitas anggota. Penguatan kapasitas tersebut diarahkan agar KIM mampu menjalankan peran sebagai jembatan informasi yang tepercaya.
Selain itu, KIM Sembada berkomitmen menjadi penguat potensi lokal di seluruh kalurahan. Komitmen tersebut sejalan dengan dorongan Diskominfo Sleman agar pemberitaan warga tidak hanya berfokus pada kegiatan, tetapi juga menggali kekayaan budaya, tradisi, pemberdayaan, inovasi, dan kisah inspiratif yang berkembang di tengah masyarakat.


















