Headline.co.id, Gresik ~
Sekitar 500 warga dan siswa sekolah dasar mendapat layanan kesehatan serta literasi gratis melalui program Rail Clinic KAI Daop 8 Surabaya dan Rail Library. Kegiatan tersebut digelar di Stasiun Cerme, Kabupaten Gresik, pada Selasa (8/9/2026), serta Stasiun Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, pada Kamis (10/9/2026). Program ini dihadirkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya dalam rangkaian HUT ke-81 KAI sekaligus pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Layanan diberikan dengan menghadirkan pemeriksaan kesehatan terpadu, bantuan pendukung, serta ruang membaca dan belajar bagi anak-anak.
Rail Clinic KAI Daop 8 menyediakan sejumlah layanan kesehatan dasar secara gratis bagi masyarakat. Layanan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan umum, gigi, kebidanan dan ultrasonografi (USG), pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan mata, serta pemberian obat-obatan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Layanan itu didukung dokter umum, dokter kandungan, dokter gigi, paramedis, apoteker, analis, dan refraksionis optisien. Dengan dukungan tenaga kesehatan dari berbagai bidang, masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan secara terpadu sesuai kebutuhan.
Rail Clinic KAI Daop 8 Dekatkan Layanan kepada Masyarakat
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, program Rail Clinic dan Rail Library merupakan upaya perusahaan mendekatkan layanan kesehatan serta edukasi kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional KAI.
“Dalam rangkaian HUT ke-81 KAI, kami menghadirkan Rail Clinic di Stasiun Tanggulangin dan Stasiun Cerme. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan akses layanan kesehatan gratis, sekaligus menghadirkan ruang edukasi kesehatan bagi masyarakat,” ujar Mahendro, Kamis (10/9/2026).
Selain pemeriksaan, KAI Daop 8 memberikan bantuan pendukung berupa 100 kacamata, 100 paket perawatan kesehatan gigi, 60 paket gizi untuk ibu hamil, dan 100 tas sekolah. Peralatan olahraga juga disalurkan kepada sekolah dasar yang mengikuti kegiatan.
Masyarakat dan siswa dalam kegiatan tersebut turut menerima edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat serta cara menjaga kesehatan gigi. KAI juga menyampaikan pemahaman tentang pentingnya menjaga keselamatan dan keamanan selama perjalanan kereta api.
Rail Library Hadirkan Buku dan Literasi Digital
Sejalan dengan layanan kesehatan, KAI Daop 8 menghadirkan Rail Library sebagai ruang membaca dan belajar bagi anak-anak. Fasilitas ini menyediakan berbagai koleksi, lain buku cerita, pengetahuan umum, ensiklopedia, dan materi pembelajaran.
Rail Library juga dilengkapi e-Library berupa monitor layar sentuh yang menyediakan bacaan digital dan video edukatif. Fasilitas tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif sekaligus memperkenalkan teknologi digital sebagai media pembelajaran.
Mahendro mengatakan, kehadiran Rail Library ditujukan untuk memperluas fungsi stasiun. Menurut dia, stasiun tidak hanya menjadi tempat masyarakat melakukan perjalanan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar dan memperoleh pengetahuan.
“Kami ingin stasiun tidak hanya dipandang sebagai tempat masyarakat melakukan perjalanan. Melalui Rail Library, stasiun juga dapat menjadi ruang untuk belajar, membaca, dan mendapatkan pengetahuan. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan minat baca dan rasa ingin tahu anak-anak,” kata Mahendro.
Kesehatan dan Pendidikan Jadi Fokus Program
Rail Clinic dan Rail Library dihadirkan secara beriringan karena KAI Daop 8 memandang kesehatan dan pendidikan sebagai dua aspek penting dalam meningkatkan kualitas masyarakat.
“Kesehatan yang baik dan wawasan yang luas merupakan bekal penting seluruh masyarakat. Melalui Rail Clinic dan Rail Library, kami berupaya memberikan manfaat yang menyentuh kedua aspek tersebut sekaligus,” ujar Mahendro.
Program Rail Clinic dan Rail Library menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 KAI dan pelaksanaan TJSL perusahaan. Melalui kegiatan tersebut, KAI Daop 8 berupaya memperluas manfaat kehadiran perusahaan di sekitar wilayah operasional, tidak hanya melalui layanan transportasi, tetapi juga dukungan terhadap kesehatan, pendidikan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat.





















