Headline.co.id, Merauke ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Kementerian Transmigrasi untuk meningkatkan potensi ekonomi lokal dan memperluas akses pasar bagi produk unggulan dari kawasan transmigrasi di Distrik Muting, Ulilin, dan Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP), UGM mengembangkan marketplace berbasis digital bernama Digipangan.id. Platform ini dirancang untuk menghubungkan petani secara langsung dengan konsumen, memotong rantai pemasaran yang panjang.
Dr. Faiz Zamzami, SE., M. Acc., Ketua Tim TEP UGM Digipangan, menjelaskan bahwa Digipangan.id bertujuan untuk memperpendek rantai distribusi produk pertanian dan pangan. Dengan demikian, petani dapat memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik dari produk mereka. “Toko online ini mempertemukan konsumen langsung dengan petani, sehingga diharapkan rantai pemasaran menjadi lebih pendek,” ujarnya pada Rabu, 9 September 2026.
Pengembangan Digipangan.id akan dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat dan pelaku usaha di kawasan Muting. Fokus pelatihan ini adalah pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk pemasaran digital. Masyarakat akan diperkenalkan pada cara-cara memanfaatkan AI untuk membuat materi promosi, menyusun strategi pemasaran, dan meningkatkan jangkauan produk melalui berbagai kanal digital.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, tim TEP UGM juga akan memberikan pendampingan dalam pengembangan kemasan produk. Kemasan yang menarik dan informatif dapat meningkatkan daya tarik dan daya saing produk lokal. Program ini juga mencakup pembuatan prototipe produk unggulan di kawasan Muting untuk memastikan produk lokal sesuai dengan kebutuhan pasar. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Merauke, Thomas Kimko, S.STP., M.A., menyambut baik program ini dan menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat pemasaran produk unggulan daerah.

















