Headline.co.id, Keterbatasan Pakan Ternak Menjadi Tantangan Utama Bagi Peternak Di Kawasan Transmigrasi Muting ~ Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Untuk mengatasi masalah ini, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkenalkan rumput Gama Umami sebagai solusi untuk meningkatkan ketersediaan pakan ternak. Rumput ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha peternakan di wilayah tersebut.
Rumput Gama Umami, atau Pennisetum purpureum Var Gama Umami, adalah hasil penelitian Fakultas Peternakan UGM yang dipimpin oleh Prof. Nafiatul Umami. Rumput ini merupakan mutasi dari rumput gajah yang telah diradiasi dengan sinar gamma, menawarkan produksi lebih tinggi dan dapat dipanen enam kali setahun. Chandra Setyawan, S.T.P., M.Eng., Ph.D., ketua TEP 1 UGM, bersama timnya, mengembangkan potensi ekonomi di Muting dengan pendekatan integratif yang mencakup pertanian, agronomi, dan peternakan.
Chandra menekankan bahwa sektor peternakan di Muting memiliki potensi besar, terutama dalam budidaya sapi potong yang umumnya dipelihara secara individual. Jenis sapi yang banyak dipelihara adalah sapi Bali dengan sistem pemeliharaan umbaran. Tantangan utama adalah memastikan ketersediaan pakan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, TEP UGM memilih Kampung Boewer, Distrik Elikobel, sebagai lokasi percontohan untuk pengembangan sumber pakan, mengingat populasi ternak yang besar dan kelompok peternak yang aktif di sana.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Fariz Jordan Fadillah, S.Pt., M.Sc., anggota TEP 1 UGM, menjelaskan bahwa penanaman rumput Gama Umami dimulai pada awal September dalam bentuk demplot atau plot percontohan. Demplot ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memperagakan pemanfaatan Gama Umami sebagai sumber hijauan pakan ternak. Selain itu, konsep Bank Pakan Ternak juga dikembangkan untuk menyediakan cadangan pakan saat ketersediaan hijauan menurun. Program ini merupakan bagian dari pendekatan ekonomi hijau yang dikembangkan TEP 1 UGM, bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pakan dan produktivitas peternakan di Muting secara berkelanjutan.

















