Polisi Menetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus Perundungan Siswa SMPN Malang

  • Whatsapp
Kapolresta Malang menjenguk MS Korban Perudungam Temannya di SMPN 16 Malang di RSU Lavallette Malang.
Kapolresta Malang menjenguk MS Korban Perudungam Temannya di SMPN 16 Malang di RSU Lavallette Malang. (Fotos Humas Polresta Malang)

HeadLine.co.id, (Malang) – WS dan RK telah resmi ditetapkan menjadi tersangka kasus perundungan terhadap seorang temannya di SMP Negeri 16 Kota Malang yang berinisial MS (13). Polresta Malang berhasil mengungkap kasus ini.

MS mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya, akibat dari perundungan ini, bahkan jari tengah tangan kanannya harus diamputasi karena mengalami luka yang sangat parah.

Bacaan Lainnya

WS adalah siswa kelas 8, sementara RK siswa kelas 7 di SMP Negeri 16 Malang. RK diduga memiliki peran langsung pada saat penganiayaan terjadi. Kedua tersangka tersebut merupakan teman satu sekolah MS.

Baca Juga: Wanita Depresi di Cirebon Diduga Penculik

“Secara resmi, kami sudah menetapkan dua tersangka anak-anak, yakni WS dan RK,” ungkap Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata

Leonardus mengatakan cara WS dan RK melakukan penganiayaan terhadap MS dengan cara mengangkat korban dan kemudian menjatuhkannya ke paving. Tak hanya itu, pelaku kembali mengangkat dan menjatuhkan korban ke pot tanaman.

Pengakuan WS dan RK sangat mengejutkan, mereka mengaku melakukan hal itu hanya bercanda dan iseng.

“Meskipun dari pengakuan tersangka itu iseng atau bercanda, tapi kami melihat faktanya bukan seperti itu. Ini sudah perbuatan pidana,” tegas Leonardus.

Proses hukum akan tetap berjalan Leonardus akan memastikannya, tidak peduli dengan jabatan atau latar belakang dari keluarga pelaku.

Baca Juga: Pencuri Motor di Jogja Tertangkap, Pelaku Minta Maaf dan Beri Tips Terhindar Dari Pencurian

“Kami di penyidik, sekali lagi menegaskan tidak memandang status dan jabatan seseorang. Kita akan terus proses hukum,” tegasnya.

Kini, pihak kepolisian sudah memeriksa 23 orang saksi. Diantaranya termasuk Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, pihak sekolah, dokter spesialis Rumah Sakit Lavallete, pihak pelapor, pihak sekolah dan siswa terkait.

Sebelumnya, atas kasus perundungan ini Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah telah dicopot dari jabatannya. Alasannya karena tidak melakukan pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan satuan Pendidikan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 82 tahun 2015.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *