Headline.co.id, Jakarta ~ Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama berkolaborasi dengan Save the Children Indonesia untuk memperkuat pembelajaran numerasi di madrasah. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Pelatih Utama Daerah Modul II (Numerasi) Teacher Professional Development (TPD) KREASI, yang berlangsung dari 31 Agustus hingga 4 September 2026 di Jakarta.
Kegiatan ini melibatkan unsur dari Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Save the Children Indonesia, serta mitra pelaksana KREASI. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas pelatih utama dalam model pengembangan profesional guru secara berjenjang, terutama dalam pembelajaran numerasi. Kehadiran perwakilan dari kedua kementerian menegaskan pentingnya sinergi lintas kementerian dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam literasi dan numerasi.
Program KREASI merupakan inisiatif strategis yang didukung oleh Global Partnership for Education (GPE) dan Pemerintah Australia melalui DFAT. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar dengan fokus pada literasi, numerasi, karakter, serta pembelajaran yang inklusif dan berpusat pada peserta didik. Dalam Modul II, peserta mendapatkan materi tentang konsep numerasi, strategi pembelajaran dan asesmen, pengelolaan kelas, serta micro-teaching.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pendekatan berjenjang dalam model TPD KREASI mempersiapkan District Master Trainers untuk memperkuat kapasitas Regional Facilitators, yang kemudian mendampingi guru di tingkat satuan pendidikan. Abdul Basit, Kasubdit Kurikulum Direktorat KSKK Madrasah, menekankan pentingnya penguatan kapasitas pendidik agar dapat menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Kegiatan ini diharapkan dapat menyamakan pemahaman terhadap Modul II Numerasi, meningkatkan kemampuan fasilitasi pelatih utama, dan memperkuat strategi pembelajaran bagi orang dewasa. Selain itu, rencana tindak lanjut akan disusun untuk mendukung peningkatan kapasitas fasilitator di daerah. Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya membangun pembelajaran yang berkualitas, inklusif, dan berpusat pada peserta didik, serta mempersiapkan madrasah menghadapi tantangan pendidikan masa depan.















