Headline.co.id, Jakarta ~ (Kemenag) — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan peran penting Persatuan Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dalam memperkuat kebersamaan dan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Menag saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VIII PSMTI yang berlangsung di Redtop Hotel, Pecenongan, Jakarta, pada Jumat (4/9/2026).
Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin Umar berharap agar komunitas Tionghoa melalui PSMTI dapat memberikan kontribusi aktif dalam membangun kebersamaan dan ekonomi kerakyatan. “Kita sangat berharap ya perkumpulan warga Tionghoa ini memberikan kontribusi yang sangat aktif dalam membangun kebersamaan dan membangun ekonomi kerakyatan dan membangun bangsa,” ujarnya setelah membuka Munas tersebut.
Menag juga menyoroti perkembangan PSMTI yang telah memiliki jaringan organisasi di 37 provinsi dengan sekitar dua juta anggota. Menurutnya, jaringan ini merupakan potensi besar yang dapat memberikan energi positif bagi bangsa. Ia menekankan bahwa persatuan dan kesatuan adalah modal utama dalam membangun Indonesia, serta mengaitkan hal tersebut dengan pentingnya toleransi dan kerukunan tanpa membedakan etnik maupun agama.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurrachman turut menyampaikan pandangannya dalam acara tersebut. Ia menilai Munas VIII PSMTI bukan hanya sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum untuk mempererat silaturahmi, menyatukan visi, dan mempertegas komitmen kebangsaan PSMTI sebagai mitra strategis pemerintah dalam merawat kohesi sosial. Dudung juga mendorong PSMTI untuk memperkuat agenda pemberdayaan UMKM, pengembangan sumber daya manusia, aksi sosial dan kemanusiaan, serta pengabdian yang berintegritas.
Di bidang ekonomi, PSMTI didorong untuk mendampingi UMKM agar dapat naik kelas, memperluas pasar, dan menciptakan lapangan kerja. Sementara di bidang sosial, PSMTI diharapkan dapat berkolaborasi dalam ketahanan pangan dan tanggap bencana, termasuk mendukung program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis.
Menag Nasaruddin Umar juga memimpin doa bersama dalam kesempatan tersebut, mengajak seluruh peserta untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ia mengajak peserta dari berbagai agama untuk saling mendoakan, memohon agar hati dan pikiran seluruh anak bangsa disatukan untuk berjuang bagi Indonesia. “Yang Maha penting buat kami adalah berkahnya. Kami mohon, berkahilah seluruh usaha-usaha dan perjuangan kami,” tuturnya.
Munas VIII PSMTI mengangkat tema “Perteguh Harmoni Kebhinekaan Menuju Indonesia Emas 2045”. Dalam sambutannya, Dudung menegaskan bahwa persatuan dan keberagaman yang berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi modal utama dalam perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

















