Headline.co.id, Jakarta ~ Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menyebabkan 53 orang meninggal dunia. Bencana ini juga mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur di beberapa daerah. Pemerintah pusat dan daerah kini berfokus pada upaya pemulihan dan penanganan dampak gempa tersebut.
Kementerian Perhubungan telah mengerahkan tim untuk memeriksa kondisi infrastruktur pelabuhan di wilayah terdampak guna memastikan keselamatan dan kelancaran distribusi bantuan. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menyatakan bahwa pemeriksaan ini penting untuk memastikan bahwa pelabuhan dapat berfungsi dengan baik dalam mendukung proses evakuasi dan pengiriman bantuan logistik.
Selain itu, pemerintah juga memastikan bahwa pemulihan infrastruktur berjalan cepat dan tepat sasaran. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa timnya telah dikerahkan untuk melakukan penilaian kerusakan dan memulai perbaikan segera. “Kami berkomitmen untuk memulihkan infrastruktur yang rusak agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal secepat mungkin,” ujarnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penyaluran bantuan kepada para korban berjalan lancar. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyatakan bahwa pihaknya telah mendirikan posko-posko darurat di lokasi-lokasi terdampak untuk memfasilitasi kebutuhan mendesak para pengungsi. Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa dan mempercepat proses pemulihan.




















