Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Joko Widodo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen. Dalam upayanya mencapai target ini, Presiden menekankan pentingnya investasi yang tidak hanya meningkatkan angka ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru. Hal ini disampaikan dalam sebuah pertemuan dengan para pemangku kepentingan ekonomi di Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Presiden menegaskan bahwa investasi harus diarahkan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, terutama dalam hal penyediaan pekerjaan. “Investasi yang masuk harus bisa membuka lapangan kerja baru, bukan hanya sekadar menambah angka investasi,” ujar Presiden. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk menarik lebih banyak investor.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menggarisbawahi pentingnya sinergi pemerintah dan sektor swasta dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi. Pemerintah, menurutnya, akan terus mendukung kebijakan yang mempermudah proses investasi, termasuk penyederhanaan birokrasi dan pemberian insentif bagi investor yang berkomitmen menciptakan lapangan kerja.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Rencana ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Presiden berharap dengan adanya investasi yang tepat sasaran, Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah.



















