Headline.co.id, Gorontalo ~ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, di bawah pimpinan Kepala Pelaksana Rusli W. Nusi, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Langkah ini diambil setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini pada Jumat (15/5/2026), yang menyebutkan bahwa wilayah Gorontalo berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang dan petir.
Cuaca ekstrem ini meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor. Sebagai langkah antisipasi, BPBD Provinsi Gorontalo mengintensifkan pemantauan cuaca secara real-time untuk mendeteksi potensi bencana sejak dini. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana diimbau untuk lebih waspada terhadap perubahan kondisi lingkungan sekitar.
Rusli W. Nusi menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat untuk meminimalkan dampak risiko bencana. “Kesiapsiagaan dari sisi masyarakat sangat krusial demi meminimalisasi dampak risiko,” ujar Rusli W. Nusi. Ia juga menegaskan bahwa pemantauan dan koordinasi yang baik dapat mempercepat respons penanganan bencana di lapangan.
Untuk memastikan respons yang cepat dan tepat sasaran, personel piket BPBD Provinsi Gorontalo melakukan pemantauan kondisi meteorologi secara terpusat melalui Commando Center Pusdalops BPBD Gorontalo. Di ruang kendali ini, data cuaca dari BMKG dipantau secara terus-menerus untuk mendukung koordinasi percepatan penanganan bencana jika terjadi keadaan darurat. (mcgorontaloprov/ppid)





















