Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memperkuat transformasi digital kampus dan keamanan siber. Penandatanganan berlangsung di Lobi Gedung Rektorat UNJ, Jakarta Timur, Senin (28/9/2026). Kerja sama ini dilakukan untuk membangun tata kelola digital perguruan tinggi yang aman dan tepercaya di tengah masifnya digitalisasi administrasi dan pendidikan.
Kesepakatan tersebut mencakup penguatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan arsitektur digital UNJ. Selain itu, ruang lingkup kolaborasi meliputi pengembangan kurikulum, literasi keamanan siber, asistensi penanganan insiden, perlindungan data, dan forensik digital.
BSSN dan UNJ Bangun Ekosistem Keamanan Siber
Sekretaris Utama BSSN Soetedjo Joewono bersama Rektor UNJ Prof. Dr. Komarudin menandatangani MoU yang menjadi landasan kolaborasi kedua pihak. BSSN menilai keterlibatan perguruan tinggi merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem keamanan siber nasional.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ekosistem tersebut diharapkan mengintegrasikan peran pemerintah, dunia pendidikan, industri, dan masyarakat. Melalui kerja sama ini, penguatan kapasitas akademik dan literasi keamanan siber di lingkungan perguruan tinggi menjadi bagian dari upaya memperkokoh arsitektur keamanan siber nasional.
Soetedjo mengingatkan, penandatanganan MoU bukan akhir dari kerja sama. “Penandatanganan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan titik tolak yang harus segera diterjemahkan ke dalam program-program konkret yang terarah dan berkesinambungan,” demikian penekanan yang disampaikan dalam kerja sama tersebut.
Dengan demikian, kesepakatan BSSN dan UNJ akan diarahkan pada pelaksanaan program yang dapat menjawab kebutuhan institusi, baik dalam aspek pendidikan maupun penguatan sistem digital kampus.
UNJ Dorong Pemetaan Program Prioritas
Rektor UNJ Prof. Dr. Komarudin menyambut baik kolaborasi dengan BSSN. Ia menyebut keamanan siber menjadi salah satu tantangan utama UNJ seiring dengan semakin luasnya penggunaan sistem digital dalam administrasi dan pendidikan perguruan tinggi.
Untuk menindaklanjuti kesepahaman tersebut, Komarudin mendorong pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD). Forum ini akan digunakan untuk memetakan program prioritas jangka pendek dan menengah yang sesuai dengan kebutuhan UNJ.
Pemetaan itu ditujukan untuk membangun sistem arsitektur digital yang lebih tangguh. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu UNJ mengurai persoalan keamanan siber secara lebih terarah, sekaligus memastikan kerja sama dengan BSSN menghasilkan program yang berkelanjutan.
Kolaborasi ini tidak hanya diarahkan pada penguatan teknologi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sivitas akademika melalui literasi digital. Pengembangan pengetahuan dan keterampilan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia yang unggul di bidang digital.
PKS Sertifikat Elektronik Jadi Implementasi Perdana
Sebagai implementasi perdana, BSSN dan UNJ menandatangani PKS pemanfaatan sertifikat elektronik. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) BSSN Jonathan Gerhard Tarigan.
PKS tersebut mencakup penerbitan, operasional, dan dukungan teknis sertifikat elektronik pada sistem informasi di lingkungan UNJ. Pemanfaatan teknologi sandi dari BSrE menjadi bagian dari upaya memperkuat autentikasi dalam sistem digital kampus.
Melalui integrasi teknologi autentikasi BSrE dan pengayaan literasi digital bagi sivitas akademika, BSSN dan UNJ optimistis dapat membangun tata kelola kampus digital yang berdaulat, terlindungi dari ancaman siber, dan tepercaya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















