Headline.co.id, Deli Serdang ~ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Komisi VIII DPR RI mengadakan sosialisasi untuk memperkuat kesiapsiagaan berbasis masyarakat di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Acara ini berlangsung di Aula Kantor Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Selasa (4/8). Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui kolaborasi pemerintah dan warga setempat.
Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB, Bambang Surya Putra, M.Kom, menekankan pentingnya kerjasama pemerintah dan masyarakat dalam mengurangi risiko bencana. Ia menyatakan bahwa penataan ruang yang bijak, kesadaran menjaga lingkungan, dan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat adalah kunci dalam menghadapi situasi darurat. BNPB mendorong penyusunan rencana kontinjensi berbasis gotong royong agar warga di area aman dapat berperan aktif dalam memberikan bantuan logistik kepada mereka yang terdampak.
Bambang juga menyoroti pentingnya pemetaan kebutuhan spesifik seperti pompa air, tandon, dan alat penjernih air sejak dini. Selain itu, penguatan rantai koordinasi dari tingkat desa hingga pusat serta evaluasi menyeluruh terhadap kendala penanganan darurat terus diperkuat agar respons bencana dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Anggota Komisi VIII DPR RI, H. Ashari Tambunan, mengapresiasi dedikasi BNPB dalam mendampingi dan melindungi masyarakat Indonesia. Ia menyoroti kompleksitas kerawanan bencana di Kabupaten Deli Serdang, mulai dari potensi tanah longsor di kawasan pegunungan hingga abrasi dan banjir rob di pesisir. Ashari menekankan bahwa pengelolaan logistik dan peralatan kebencanaan harus terencana, transparan, dan akuntabel. Kecepatan respons juga menjadi faktor krusial, di mana peralatan evakuasi seperti perahu karet harus tersedia saat bencana terjadi.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Deli Serdang, H. Mukti Ali Harahap, S.Ag., M.Si, memaparkan bahwa Deli Serdang memiliki 11 potensi ancaman bencana. Baru-baru ini, pada 3 Agustus 2026, angin puting beliung melanda 10 kecamatan dan merusak 67 unit rumah. BPBD Deli Serdang berupaya mengoptimalkan kesiapsiagaan melalui pembentukan posko perimbangan di 7 kecamatan, pemeliharaan aliran sungai sepanjang 7 km, serta program inovasi Gerakan Aksi Susur Sungai Deli Serdang yang rutin dilaksanakan dua kali seminggu.
Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan diskusi bersama tokoh masyarakat setempat mengenai langkah preventif, pembersihan saluran air, dan penataan kawasan permukiman rawan banjir. Diskusi ini bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Deli Serdang yang tangguh bencana. Hadir dalam kegiatan ini lain Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Prov. Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati, SP., M.Si, Plt. Ketua FKDM Deli Serdang Nasib Solichin, M.AP, serta tokoh masyarakat dan relawan penanggulangan bencana.



















