Headline.co.id, Cirebon ~ Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 337/Sutajaya di Pasaleman, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (22/9/2026). Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan pangkalan dan program kerja satuan. Dalam pengarahan kepada prajurit, Sjafrie menegaskan Yonif TP 337/Sutajaya memiliki peran strategis karena menjalankan fungsi tempur sekaligus teritorial pembangunan. Peran ganda itu dinilai selaras dengan Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kunjungan Menhan Sjafrie ke Yonif TP 337/Sutajaya berlangsung di Marshalling Area satuan tersebut. Pada awal kegiatan, Menhan menerima paparan mengenai kesiapan pangkalan serta program kerja satuan.
Setelah menerima paparan, Sjafrie bersama rombongan meninjau area pangkalan. Menhan kemudian memberikan pengarahan langsung kepada seluruh prajurit Yonif TP 337/Sutajaya mengenai tuntutan kemampuan yang harus dimiliki satuan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Yonif TP 337/Sutajaya Diminta Kuasai Dua Fungsi
Sjafrie mengatakan Yonif TP merupakan satuan yang memiliki dua fungsi utama. Karena itu, setiap prajurit tidak hanya dituntut menguasai kemampuan tempur mendasar, tetapi juga harus memiliki kemampuan dalam bidang teritorial pembangunan.
“Sebagai satuan tempur, kemampuan menembak, bela diri, serta patroli untuk mencari dan menemukan sasaran adalah hal mutlak yang harus dimiliki. Di sisi lain, fungsi konstruksi, produksi, yang mencakup peternakan, perikanan, dan pertanian, serta pelayanan kesehatan harus mampu dilaksanakan secara optimal sebagai bagian dari fungsi teritorial pembangunan,” tegas Menhan RI.
Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan peran Yonif TP. Di satu sisi, satuan harus mampu menjalankan tugas sebagai kekuatan tempur. Di sisi lain, prajurit juga harus dapat mendukung fungsi pembangunan melalui bidang konstruksi, produksi, serta pelayanan kesehatan.
Menurut Sjafrie, penguasaan terhadap kedua fungsi itu perlu dibangun secara optimal oleh setiap prajurit. Kesiapan tersebut menjadi dasar bagi Yonif TP untuk menjalankan tugas sesuai peran yang telah ditetapkan.
Selaras dengan Sishankamrata
Menhan Sjafrie menyampaikan pembentukan Yonif TP selaras dengan Sishankamrata dan strategi pertahanan pulau-pulau besar yang dianut Indonesia. Konsep tersebut berkaitan dengan upaya menjaga kedaulatan NKRI.
Ia juga menyampaikan bahwa Yonif TP yang sedang dan akan dibangun di seluruh kota dan kabupaten di Indonesia diharapkan memiliki kesiapan menghadapi berbagai dinamika kontinjensi.
Kesiapan itu mencakup pelaksanaan Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Dengan demikian, setiap Yonif TP diharapkan mampu menjalankan peran sesuai kebutuhan tugas dan kondisi yang dihadapi.
Penekanan tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan yang seimbang aspek tempur dan pembangunan. Prajurit tidak hanya diarahkan untuk memiliki kemampuan menghadapi sasaran, tetapi juga menjalankan fungsi yang dapat memberi dampak bagi wilayah sekitar.
Wapang TNI Tekankan Kesiapan Personel
Wakil Panglima TNI (Wapang TNI) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita turut memberikan pengarahan kepada unsur pimpinan dan prajurit Yonif TP 337/Sutajaya. Ia menggarisbawahi pentingnya kesiapan personel dalam menjalankan dua bidang utama satuan.
Wapang TNI meminta seluruh unsur di dalam satuan terus menempa diri agar mampu menjalankan peran ganda secara profesional. Kesiapan itu mencakup kapasitas sebagai satuan tempur dan satuan teritorial pembangunan.
“Siapkan seluruh personel secara maksimal, baik dalam kapasitasnya sebagai satuan tempur yang andal maupun sebagai satuan teritorial pembangunan yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat dan wilayah sekitar,” ujar Wapang TNI.
Arahan tersebut menegaskan bahwa kesiapan personel menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas Yonif TP. Kemampuan prajurit harus dipersiapkan secara maksimal agar satuan dapat menjalankan fungsi tempur dan pembangunan secara bersamaan.
Dalam kunjungan kerja itu, Menhan RI didampingi Wakil Panglima TNI, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemhan, Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kemhan, serta Kepala Staf Kodam III/Siliwangi (Kasdam III/Slw).
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















