Headline.co.id, Jakarta ~ Mulai Agustus 2026, produk tuna dan cakalang asal Indonesia yang diekspor ke Jepang akan mendapatkan tarif preferensi nol persen. Kebijakan ini berlaku seiring dengan peringatan Bulan Kemerdekaan Indonesia dan merupakan bagian dari perjanjian perdagangan kedua negara. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar Jepang.
Kebijakan tarif nol persen ini merupakan hasil dari perjanjian Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) yang telah diperbarui. Menteri Perdagangan Indonesia, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa penghapusan tarif ini akan memberikan keuntungan signifikan bagi eksportir Indonesia. “Dengan tarif nol persen, produk kita akan lebih kompetitif di pasar Jepang,” ujarnya.
Menurut data Kementerian Perdagangan, Jepang merupakan salah satu pasar utama bagi produk perikanan Indonesia, termasuk tuna dan cakalang. Pada tahun 2025, nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke Jepang mencapai lebih dari USD 500 juta. Dengan adanya kebijakan tarif nol persen ini, diharapkan nilai ekspor dapat meningkat hingga 20 persen pada tahun berikutnya.
Selain meningkatkan daya saing, kebijakan ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi dan kualitas produk perikanan Indonesia. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung para pelaku usaha perikanan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk. “Kami akan terus memberikan pelatihan dan bantuan teknis kepada para nelayan dan pengusaha perikanan,” tambah Zulkifli.
Di sisi lain, Jepang menyambut baik kebijakan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi dengan Indonesia. Pemerintah Jepang berharap dapat terus meningkatkan kerja sama di bidang perikanan dan sektor lainnya. “Kami melihat potensi besar dalam kerja sama ini dan berharap dapat terus memperkuat hubungan ekonomi dengan Indonesia,” kata perwakilan dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang.
Untuk memastikan kelancaran implementasi kebijakan ini, kedua negara telah membentuk tim kerja bersama yang akan memantau dan mengevaluasi pelaksanaan perjanjian tersebut. Tim ini akan bertugas memastikan bahwa semua prosedur dan persyaratan teknis dapat dipenuhi oleh para eksportir. “Kami ingin memastikan bahwa semua pihak dapat memanfaatkan kebijakan ini dengan optimal,” jelas Zulkifli.
Dengan adanya kebijakan tarif nol persen ini, diharapkan hubungan perdagangan Indonesia dan Jepang akan semakin erat dan saling menguntungkan. Pemerintah Indonesia optimis bahwa langkah ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, terutama di sektor perikanan. “Ini adalah langkah penting dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar global,” tutup Zulkifli.
Kebijakan ini tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan diplomatik kedua negara. Indonesia dan Jepang telah lama menjalin hubungan yang erat, dan perjanjian ini merupakan salah satu bentuk nyata dari komitmen kedua negara untuk saling mendukung dalam berbagai sektor.
Dengan tarif nol persen, eksportir Indonesia diharapkan dapat lebih mudah memasuki pasar Jepang yang dikenal memiliki standar tinggi dalam hal kualitas produk. Hal ini menuntut para pelaku usaha perikanan Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas produk mereka agar dapat bersaing di pasar internasional.
Pemerintah Indonesia juga berencana untuk memperluas kebijakan serupa ke negara-negara lain, dengan harapan dapat meningkatkan ekspor produk perikanan ke pasar global. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara eksportir produk perikanan terbesar di dunia.
Secara keseluruhan, kebijakan tarif nol persen untuk ekspor tuna dan cakalang ke Jepang ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian Indonesia, khususnya di sektor perikanan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan kerja sama yang erat dengan Jepang, Indonesia optimis dapat meningkatkan daya saing produk perikanan di pasar internasional.


















