Headline.co.id, Pontianak ~ 3 Agustus 2026 – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat resmi dimulai dengan pembukaan yang meriah di Pontianak. Acara ini menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk pejabat daerah dan tokoh masyarakat, yang hadir untuk menyaksikan kompetisi bergengsi ini. Salah satu aspek yang menjadi sorotan utama dalam pelaksanaan MTQ kali ini adalah profesionalisme dewan hakim, yang dianggap sebagai kunci keberhasilan acara.
MTQ XXXIV Kalimantan Barat diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran serta mengasah kemampuan para peserta dalam membaca dan memahami kitab suci tersebut. Ketua Panitia MTQ, Dr. H. Ahmad Fauzi, menekankan pentingnya peran dewan hakim dalam menjaga integritas dan kredibilitas kompetisi ini. “Profesionalisme dewan hakim adalah kunci utama untuk memastikan bahwa setiap peserta dinilai secara objektif dan adil,” ujar Ahmad Fauzi dalam sambutannya.
Dewan hakim yang bertugas dalam MTQ ini terdiri dari para ahli dan pakar di bidang tilawah dan tafsir Al-Quran. Mereka dipilih melalui proses seleksi yang ketat untuk memastikan bahwa mereka memiliki kompetensi dan integritas yang tinggi. “Kami memastikan bahwa setiap hakim memiliki rekam jejak yang baik dan bebas dari konflik kepentingan,” tambah Ahmad Fauzi. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa penilaian yang diberikan kepada para peserta benar-benar berdasarkan kemampuan dan prestasi mereka.
Selain itu, panitia juga telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk mendukung kelancaran acara. Mulai dari sistem penjurian yang transparan hingga penggunaan teknologi untuk memudahkan proses penilaian. Semua ini dilakukan untuk menjamin bahwa hasil akhir dari kompetisi ini dapat diterima oleh semua pihak. “Kami berkomitmen untuk menjaga transparansi dan keadilan dalam setiap tahap penilaian,” tegas Ahmad Fauzi.
MTQ XXXIV Kalimantan Barat ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di provinsi tersebut. Mereka akan bersaing dalam berbagai kategori, termasuk tilawah, hafalan, dan tafsir Al-Quran. Setiap peserta diharapkan dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam ajang ini. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antar peserta.
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, dalam sambutannya saat pembukaan acara, mengapresiasi kerja keras panitia dan dewan hakim. Ia berharap agar MTQ ini dapat menjadi ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar peserta. “Semoga MTQ ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas keagamaan dan kebersamaan kita,” kata Sutarmidji. Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat sportivitas dan kebersamaan selama berlangsungnya acara.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, MTQ XXXIV Kalimantan Barat diharapkan dapat berlangsung sukses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Panitia dan dewan hakim berkomitmen untuk menjaga profesionalisme dan integritas selama pelaksanaan acara ini. Harapannya, MTQ ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat Kalimantan Barat.















