Headline.co.id, Banda Aceh ~ Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Rabu (29/7/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Gempa ini terjadi akibat aktivitas Sesar Oreng dan dikategorikan sebagai gempa dangkal.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa terjadi pada pukul 11.18 WIB dengan kedalaman 9 kilometer. Episenter gempa terletak di darat, sekitar 36 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues. “Gempa ini memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip fault),” kata Wijayanto dalam keterangan resmi yang diterima pada hari yang sama.
BMKG mencatat bahwa guncangan paling kuat dirasakan di Kabupaten Gayo Lues dengan intensitas V MMI. Pada intensitas ini, getaran dirasakan hampir seluruh penduduk, menyebabkan gerabah pecah, dan benda-benda besar bergoyang. Sementara itu, guncangan dengan intensitas IV MMI dirasakan di Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah, serta Kota Lhokseumawe.
Getaran juga dirasakan pada skala III hingga II MMI di beberapa daerah lain, termasuk Kota Medan, Sibolga, dan Kabupaten Pidie. Hingga pukul 11.30 WIB, BMKG mencatat satu gempa pendahuluan (foreshock) dengan magnitudo 3,8 serta dua gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar mencapai 4,3.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa hingga dipastikan aman untuk digunakan kembali. Selain itu, masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas gempa maupun potensi dampak lanjutan.
















