Headline.co.id, Wonosobo ~ Silvia Nuril Mala (18), seorang remaja dari Desa Kuripan, Wonosobo, Jawa Tengah, berhasil mendapatkan beasiswa dari Bank Syariah Indonesia (BSI) yang memungkinkannya untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) tanpa biaya. Awalnya, Silvia tidak berencana untuk berkuliah jauh dari rumahnya karena keterbatasan ekonomi keluarganya. Namun, setelah mengetahui adanya beasiswa yang dapat menutupi biaya kuliah, ia memutuskan untuk mencoba.
Orang tua Silvia, Syarifuddin (45) dan Mufati (45), yang tidak menyelesaikan pendidikan SMA, sangat berharap anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Syarifuddin bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara Mufati adalah ibu rumah tangga. Meskipun demikian, Silvia tetap berusaha keras untuk mencapai cita-citanya melalui pendidikan.
Selama bersekolah di SMA Negeri 1 Wonosobo, Silvia menunjukkan prestasi akademik yang konsisten. Ia meraih Penghargaan Khusus OSN-K Bidang Kimia peringkat kedelapan dan menjadi lulusan terbaik ketiga di sekolahnya pada tahun 2026. Di tingkat SMP, Silvia juga pernah memenangkan lomba LCC Islami dan PBB di tingkat kabupaten. Selain itu, ia aktif dalam kegiatan organisasi, termasuk menjadi koordinator ekskul Pramuka dan ketua Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
Silvia mengungkapkan bahwa dukungan dari lingkungan sekolah sangat membantunya dalam menyeimbangkan kegiatan akademik dan organisasi. “Kebetulan kalau di sekolah saya itu dispensasinya mudah gitu ya, Kak. Dan gurunya itu mendukung kita kalau misal dispensasinya itu tentang hal yang positif gitu. Jadi saya juga merasa sangat beruntung karena bisa didukung oleh lingkungannya,” ujarnya pada Selasa (28/7).
Dengan tekad yang kuat dan dukungan dari orang tua, Silvia mencari informasi mengenai beasiswa secara mandiri. Ia memilih BSI Scholarship Unggulan karena beasiswa ini menawarkan berbagai fasilitas seperti laptop, uang saku bulanan, dan UKT, serta program pengembangan diri dan kesempatan magang di industri ekonomi syariah.
Silvia kini diterima di program studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM melalui jalur SNBP. Menjadi calon sarjana pertama di keluarganya merupakan pencapaian besar bagi Silvia. Ia berpesan kepada teman-temannya yang berada dalam kondisi serupa untuk terus mencari informasi dan tidak menyerah pada keadaan. “Jangan pernah mengubur mimpimu sebelum bertarung habis-habisan. Menjadi generasi pertama yang kuliah memang berat karena harus membuka jalan sendiri. Namun, ketika kita mendahulukan keluarga dan melangkah dengan ikhlas, pintu yang semula terlihat tertutup dapat terbuka,” kata Silvia.


















