Headline.co.id, Subulussalam ~ Dinas Pendidikan Kota Subulussalam, Aceh, menginisiasi gerakan “Ayah Antar Anak ke Sekolah” yang dimulai pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2026). Gerakan ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan karakter dan meningkatkan keterlibatan keluarga dalam proses pendidikan anak.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Subulussalam, Antoni Berampu, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Aceh dan Kepala Dinas Pendidikan Aceh. “Gerakan ini sejalan dengan penguatan pendidikan karakter berbasis nilai agama dan akhlak, serta implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,” ujar Antoni di Subulussalam, Jumat (10/7/2026).
Antoni menekankan pentingnya kehadiran ayah dalam mengantar anak ke sekolah, terutama pada hari pertama. Menurutnya, momen ini bukan sekadar rutinitas, tetapi memiliki nilai psikologis dan emosional yang signifikan bagi anak, terutama yang baru memasuki lingkungan belajar baru. “Kehadiran ayah dapat memberikan rasa aman, mengurangi kecemasan, serta menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri anak,” tambahnya.
Peran Ayah dalam Pendidikan Anak
Antoni menyoroti bahwa peran ayah sering kali dipandang sebatas pencari nafkah, padahal keterlibatan dalam aktivitas sederhana seperti mengantar anak ke sekolah menunjukkan bahwa pendidikan adalah prioritas keluarga. “Kalimat sederhana dari ayah memiliki kekuatan besar dalam membangun mental dan keberanian anak menghadapi pengalaman baru di sekolah,” jelasnya.
Pengalaman Emosional yang Berharga
Menurut Antoni, perjalanan menuju sekolah, percakapan singkat selama di perjalanan, hingga lambaian tangan orang tua di gerbang sekolah adalah pengalaman emosional yang akan membekas dalam ingatan anak. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Subulussalam akan terus mendorong Gerakan Ayah Hebat, Anak Senang sebagai budaya positif di seluruh SMA, SMK, dan SLB.
Antoni berharap seluruh orang tua di Kota Subulussalam menjadikan hari pertama sekolah sebagai momentum memperkuat kasih sayang, perhatian, dan pendampingan kepada anak. “Kami berharap gerakan ini dapat mencetak generasi Aceh yang tangguh, berakhlak mulia, dan berprestasi,” pungkasnya.



















