Pemkot Yogyakarta Siapkan Langkah Strategis Kebangkitan Yogyakarta Menuju Kondisi Normal Baru Usai Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Ilustrasi Kebiasaan Virus Corona
Ilustrasi (iStock)

Headline.co.id (Jakarta) ~ Pemerintah Kota Yogyakarta saat ini tengah menyusun langkah strategis kebangkitan Yogyakarta menuju kondisi normal di berbagai aspek kehidupan usai pandemic Covid-19. Hal tersebut dilakukan dengan menekankan aspek kesehatan sebagai protokol utama.

baca juga: Lewat Film, KPK dan Kemendikbud Edukasi Siswa di Libur Sekolah

Bacaan Lainnya

Di Yogyakarta, pada Minggu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta menyampaikan bahwa nantinya ada banyak hal yang dijadikan sebagai kondisi normal baru masyarakat usai pandemi dengan  tetap memperhatikan protokol kesehatan yang selama ini sudah dilakukan.

Heroe mengatakan bahwa upaya kebangkitan ini dimulai dengan membuat protokol sebagai langkah untuk menjadikan kehidupan bisa berjalann dengan kondisi normal namun dibarengi dengan kewaspadaan dan upaya pencegahan agar kasus tidak kembali berkembang.

Heroe menjelaskan bahwa protokol harus segera dibuat karena aktivitas ekonomi kembali berjalan sehingga membuat masyarakat sudah kembali ramai.” Jalanan pun sudah ramai aktivitas. Oleh karena itu perlu dibuat protokol baru agar aktivitas tersebut justru tidak menjadi pusat sebaran virus corona,” ungkapnya.

baca juga: Update Corona di Indonesia Minggu 17 Mei 2020: Menjadi 17.520 Kasus dan 4.129 Pasien Sembuh

Menurutnya, selama masa pandemi masyarakat Kota Yogyakarta melakukan beragam agar bisa tetap menjalankan berbagai kegiatan namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

Selain itu, mayarakat juga melakukan upaya keratif dengan membuka layanan belanja secara online di pasar pradisional dengan mengandeng ojek online serta melakukan pemasaran produk makanan hasil kelompok kuliner warga yang tergabung dalam program Gandeng-Gendong.

“Warga yang mengelola kampung sayur, lele cendol, program e-warong di masyarakat juga saling bersinergi untuk mencukupi kebutuhan,” imbuhnya.

baca juga: Ucapkan Selamat Hari Buku Nasional, Jokowi: Buku Apa Saja yang Anda Baca Selama Masa Pandemi Ini?

Mayarakat juga memanfaatkan teknologi dengan membuka kelas secara online untuk siswa sekolah, hingga rapat jarak jauh menggunakan aplikasi tertentu.  Hal tersebut menunjukan keuletan dan jiwa gotong royong warga.

Heroe berharap kebiasaan yang sudah terbentuk dapat bisa dilanjutkan sebagai wujud normal baru.

Meskipun demikian, lanjut Heroe, berbagai langkah strategis kebangkitan Yogyakarta tersebut baru akan dilakukan secara penuh saat kondisi penularan corona sudah mereda, dengan ditandai jumlah kasus yang cenderung stabil bahkan turun, serta tidak ditemukan penambahan kasus baru.

Ia yakin bahwa, media sosial yang dimiliki warga Yogyakarta berupa sifat gotong royong merupakan moral yang sangat penting dalam menghadapi COVID-19.

baca juga: Anggota DPR Minta Pemerintah Bantu Usaha Pers di Masa Pandemi

“Sepanjang April saja, kepedulian masyarakat untuk saling membantu warga terdampak sangat besar. Bantuan dari warga memiliki nilai lebih dari Rp3 miliar,” katanya.

Hingga Minggu (17/5), jumlah pasien positif COVID-19 yang masih menjalani perawatan tercatat sebanyak 14 orang, dengan jumlah pasien dalam pengawasan sebanyak 22 orang dan orang dalam pemantauan 39 orang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *