Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan bahwa lebih dari delapan miliar porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) telah didistribusikan kepada penerima manfaat sejak program ini dimulai pada Januari 2025. Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menyampaikan informasi ini pada Selasa, 12 Mei 2026. Setiap harinya, sekitar 60 juta porsi MBG dibagikan kepada siswa dari tingkat PAUD hingga SMA atau SMK, serta kepada ibu hamil dan menyusui.
Pengelolaan distribusi MBG dilakukan oleh 27.649 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 56,72 persen SPPG telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), yang merupakan dokumen resmi yang menunjukkan bahwa usaha tersebut memenuhi standar kesehatan dan kebersihan yang ditetapkan pemerintah. Jumlah ini setara dengan 84,80 persen dari 18.493 SPPG yang mengajukan pengurusan SLHS. Kemenkes menargetkan agar seluruh SPPG yang beroperasi saat ini dapat memiliki SLHS tanpa terkecuali.
Menurut catatan Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah telah berhasil mendirikan lebih dari 27.000 SPPG dalam kurun waktu satu tahun empat bulan. Ini merupakan bagian dari upaya untuk menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, BGN memiliki 27.000 kepala SPPG, 27.000 ahli gizi, 27.000 akuntan, dan 1,1 juta relawan yang siap mendukung salah satu AstaCita Presiden Prabowo Subianto.





















