Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah telah memulai langkah strategis dalam mempercepat reformasi layanan pendidikan dengan menyalurkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk Aparatur Sipil Negara Daerah (ASND) secara bulanan. Hingga April 2026, sebanyak 1,67 juta guru bersertifikat pendidik telah direkomendasikan untuk menerima pembayaran ini.
Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menyatakan bahwa proses penyaluran tunjangan ini masih berlangsung dan jumlah penerima diperkirakan akan terus bertambah. Hal ini seiring dengan peningkatan jumlah guru yang memenuhi syarat. “Penyaluran TPG ASND terus berjalan. Saat ini telah direkomendasikan pembayaran hingga April 2026 bagi 1,67 juta guru bersertifikat,” ujar Nunuk saat dihubungi , Sabtu (2/5/2026).
Pada 19 Maret 2026, Nunuk Suryani menjelaskan bahwa penambahan penerima akan terjadi seiring bertambahnya guru yang lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan memenuhi beban kerja sesuai ketentuan. Perubahan skema penyaluran dari triwulanan menjadi bulanan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memberikan kepastian hak serta meningkatkan kesejahteraan guru secara berkelanjutan. “Mulai 2026, tunjangan disalurkan setiap bulan. Ini bukan sekadar angka dalam anggaran, tetapi bentuk penghargaan atas dedikasi guru dalam mendidik generasi bangsa,” tegasnya.
Kebijakan ini dinilai berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan adanya kepastian finansial, guru dapat lebih fokus menjalankan proses belajar-mengajar tanpa terbebani ketidakpastian pendapatan. Pada triwulan pertama 2026, pemerintah telah menyalurkan tiga jenis tunjangan utama, yakni TPG untuk sekitar 1,6 juta guru dengan total Rp18 triliun, Dana Tambahan Penghasilan (DTP) bagi sekitar 20 ribu guru sebesar Rp14,8 miliar, serta Tunjangan Khusus Guru (TKG) untuk sekitar 62 ribu guru sebesar Rp641,6 miliar.
Distribusi tunjangan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjangkau seluruh kategori guru, termasuk yang bertugas di wilayah khusus seperti daerah perbatasan, terpencil, dan terluar. Dampak kebijakan ini mulai dirasakan di tingkat sekolah. Eros Rosidah, guru SDN Cipayung 01 Ciputat, Tangerang Selatan, menilai penyaluran bulanan memberikan kepastian ekonomi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebutuhan murid. “TPG membantu kami tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga memungkinkan membantu kebutuhan murid, sehingga menjadi motivasi untuk mengajar lebih optimal,” ujarnya.
Syamsuddin, seorang guru senior, juga menyampaikan bahwa skema baru ini membuat pengelolaan keuangan lebih stabil sekaligus mendukung pengembangan kompetensi. “Sekarang lebih lancar karena diterima setiap bulan. Sangat membantu untuk kebutuhan keluarga maupun peningkatan kualitas mengajar,” katanya. Sementara itu, Siti Nurlaela menambahkan bahwa TPG turut memperkuat motivasi guru dalam mendampingi siswa di tengah beragam kondisi sosial ekonomi. “Dengan tunjangan ini, kami lebih semangat dalam membimbing murid agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih baik,” ungkapnya.
Melalui percepatan penyaluran tunjangan ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas, dengan guru sebagai pilar utama yang sejahtera, profesional, dan berdaya saing.





















