Headline.co.id, Jakarta ~ Pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Eli Rosita Silaban, menyampaikan sejumlah aspirasi buruh. Acara tersebut dihadiri oleh Presiden RI, yang dinilai Eli sebagai bentuk keberpihakan kepada buruh.
Dalam orasinya, Eli Rosita Silaban mengucapkan terima kasih atas kehadiran Presiden yang turut merayakan Hari Buruh bersama pekerja. “Terima kasih karena Bapak telah hadir bersama buruh dalam peringatan Hari Buruh,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Indonesia merupakan salah satu dari sedikit negara, selain Venezuela dan Bolivia, yang pemimpinnya ikut merayakan Hari Buruh bersama pekerja.
KSBSI menyampaikan beberapa tuntutan utama dalam kesempatan tersebut. Pertama, mereka mendorong pemerintah untuk meratifikasi Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Nomor 188 yang mengatur perlindungan pekerja di sektor perikanan. Kedua, buruh meminta pembaruan regulasi ketenagakerjaan, terutama terkait sistem kontrak kerja, pengupahan, dan praktik outsourcing yang dianggap masih perlu perbaikan.
Selain itu, KSBSI juga mendorong ratifikasi Konvensi ILO 190 tentang penghapusan kekerasan di tempat kerja, sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja, khususnya perempuan. Eli juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojek online, serta penguatan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). “Kami berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap perlindungan pekerja secara menyeluruh,” tambahnya.
Peringatan May Day 2026 di Monas dihadiri oleh ratusan ribu buruh dari berbagai daerah. Acara ini menjadi momentum bagi serikat buruh untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada pemerintah, dengan harapan adanya kebijakan yang lebih adil dan berpihak pada kesejahteraan pekerja di Indonesia.




















